(Istimewa:Galih Satriaji)
(Istimewa:Galih Satriaji)

Madiun adalah kota kecil penghubung Surabaya-Yogyakarta yang terkenal memiliki banyak julukan. Baru-baru ini Madiun memiliki julukan Kota Pendekar. Karena Madiun memiliki 14 Perguruan Pencak Silat yang pernah menyatakan Deklarasi Damai pada 30 Agustus 2019.

Selain julukan Kota Pendekar, Madiun juga sering disebut Kota Pecel karena hampir di setiap sudut kota anda bisa menemui penjual nasi pecel.

Seperti misalnya di Jalan Cokroaminoto terdapat tiga tempat penjual nasi pecel yang terkenal. Di antaranya Nasi Pecel Pojok Madiun, Nasi Pecel 99 dan Nasi Pecel Sri Tanjung.

Tak heran jika banyak pengunjung dari luar Kota Madiun menyempatkan diri menyantap sego pecel. Bahkan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhono, pernah singgah di depot Nasi Pecel 99. Memang depot satu ini sudah menjadi langganan para pejabat, artis bahkan mantan presiden RI.

Banyaknya julukan pada Kota Madiun, nyatanya tak mengurangi kepopuleran salah satu julukan legendaris, yakni “Madiun Kota Gadis”. 

Banyak stigma orang berfikir bahwa “gadis” disangka kota Madiun memiliki banyak gadis atau lebih banyak penduduk gadisnya ketimbang penduduk pria. Namun jangan salah “gadis” sendiri merupakan singkatan dari "Perdagangan, Pendidikan dan Perindustrian”.

Di bidang pendidikan, Madiun tercatat kota yang memiliki instansi pendidikan yang cukup banyak dan lengkap. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan universitas pilihan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Madiun yang dikutip dari madiunkota.go.id, Madiun memiliki lebih dari 200 instansi pendidikan.

Di bidang industri, Madiun memiliki beberapa perusahaan berskala besar seperti PT. Industri Kereta Api (PT INKA), Pabrik Rokok Sampoerna, Gudang Garam, juga Pabrik Gula Rejo Agung yang ada di Madiun sejak tahun 1894.

Selain perusahaan besar tersebut terdapat banyak UMKM yang bergerak di segala bidang seperti oleh-oleh khas Madiun. Seperti kerupuk puli, madumongso, serta sambel pecel.

Sedangkan di bidang perdagangan, merupakan sektor yang berjalan dari bidang perindustrian dan sektor pendukung lainnya.