Pernyataan perempuan bisa hamil karena berenang di kolam renang dari anggota KPAI semakin panas jadi perbincangan (Ist)
Pernyataan perempuan bisa hamil karena berenang di kolam renang dari anggota KPAI semakin panas jadi perbincangan (Ist)

Pernyataan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty, berhasil membuat berbagai kalangan bereaksi keras. Pasalnya, perempuan yang menjabat sebagai Komisioner KPAI Bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), ini menyampaikan, kehamilan dapat terjadi pada perempuan yang sedang berenang di kolam renang.

"Kaum perempuan berhati-hati saat berada di kolam renang. Kehamilan dapat terjadi  jika berenangnya dengan kaum laki-laki. Ini hamil tak langsung," ucapnya seperti dilansir tribun timur.com, Jumat (21/2/2020).

Hikma melanjutkan, pertemuan yang tidak langsung itu, misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang. "Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat. Walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," ujarnya. 

Dia juga menyebutkan pernyataannya berasal dari referensi jurnal luar negeri.

Sontak saja pernyataan itu pun menjadi bola panas di dunia maya. KPAI pun menjadi bulan-bulanan warganet dengan pernyataan 'nyeleneh' tersebut.

Hingga saat ini, tagar #sperma menjadi trending topic dan telah membuat sebanyak 4.027 warganet ramai-ramai membicarakan pernyataan Hikma.

Salah satunya akun @chilmirasya yang memberikan sindiran pada Hikmah. "saya merasa bodoh dan insecure, tapi setelah saya baca berita ini... saya bersyukur, ada yg lebih bodoh.... terimakasih," cuitnya. 

Akun @dondihananto pun menyampaikan bela sungkawanya atas kematian biological science. "RIP Biological Sciences. Menurut ibu ini:
1. Semua laki di kolam renang ngaceng
2. Secara tiba2 mereka mengeluarkan sperma
3. Beberapa sperma itu sangat kuat bisa berenang dan masuk ke vagina perempuan yg berenang
4. Kl ada yg lagi subur, wanita itu lalu hamil," cuitnya.

Panasnya warganet mengomentari pernyataan Hikma, membuat KPAI pun memberikan klarifikasinya. Sayangnya, hal itu pun menjadi bumerang bagi lembaga itu.

"Perlu kami sampaikan bahwa pemahaman dan sikap KPAI tidak sebagaimana narasi berita di media online tersebut. Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpamahaman berita sebagaimana yang beredar," begitulah bunyi klarifikasi KPAI yang ditandatangani oleh Ketuanya, Susanto.

"Iki opo yo, lur. Sik sik tak moco neh. Jan, iki klarifikasi opo to? Kok ora klar? (Ini apa ya...bentar tak baca lagi. Ini klarifikasi apa sih, kok enggak jelas?, red)," cuit @DamarJuniarto saat membaca klarifikasi KPAI.

@masjalu menciutkan, "Menjaga marwah organisasi mas. Mikul keduwuren mendem kejeron. Sekelas negara bikin surat kayak gini. Kasian bgt indonesia," tulisnya.

@bre_Janma juga menyatakan hal senada. Dirinya bahkan secaa satir menuliskan, "daftar KPAI gimana caranya ya pak? kayaknya gampang. ga harus pinter2 amat," cuitnya.

@unzipboy pun dibuat bingung dengan surat klarifikasi KPAI. "Kop Garuda Pancasila, Capnya Garuda Pancasila. Klarifikasinya ta** ta**** gini. @KPAI_official. Ngene kok digaji negara,".

Warganet lain, @GodzilaTampan serupa berseloroh terkait wanita bisa hamil karena berenang bersama laki-laki. Dirinya menuliskan hal yang lebih musykil lagi terkait sperma yang bisa membuat hamil wanita lewat udara.

"selain lwt air, khamilan jg bisa lwt udara, saat pria sngaja/tdk sngaja mngluarkan sperma n sperma tsbt trbawa angin n akhirnya masuk kdlm rahim wanita mlalui sela2 clana dalam yg bolong/tipis, khamilan ini scara medis dsebut PKS-TAI (Pregnancy Karena Sperma Tertiup Angin Iblis)," cuitnya.

Tak hanya warganet yang gregetan dengan pernyataan Hikma. Akun yang konsen di dunia kesehatan dan terpercaya mengupas berbagai problematikanya, yaitu akun BlogDokter pun bereaksi keras.

"Sekali lagi saya ingatkan, kalau memang tidak paham masalah kesehatan lebih baik diam. Daripada komentar kalian menimbulkan keresahan dan kepanikan," tulisnya, Sabtu 22 Februari 2020 kemarin.

"Sangat disayangkan komentar atau pernyataan ini berasal dari anggota KPAI, lembaga resmi negara. Saya tegaskan di sini, berenang bersama lawan jenis tidak akan menyebabkan kehamilan. Tidak semua laki laki yang berenang mengalami ejakulasi dan sel sperma gak bisa hidup di air kolam yang berklorin, apalagi  berenang masuk ke vagina," lanjut akun BlogDokter.

Dunia kedokteran pun bereaksi terkait itu. Seperti dikutip kompas com (Sabtu, 22 Februari 2020) dokter spesialis obstetei dan ginekologi, Yassin Yanuar M menyampaikan, informasi itu tak benar.

Secara tegas disampaikan, bahwa berenang d alam satu kolam yang sama antar jenis kelamin berbeda tak akan menyebabkan kehamilan pada perempuan.

"Sperma yang diejakulasikan akan mengering dan mati dalam beberapa menit setelah keluar dari tubuh. Demikian juga saat dikeluarkan di dalam kolam renang. Pernyataan itu (wanita bisa hamil karena berenang bersama laki-laki, red) tidak memiliki bukti atau dasar ilmiah," urainya.

Sperma yang terpapar udara, pun di dalam air apalagi kolam renang dengan air kaporit tidak bisa membuahi. "Kecuali ejakulasinya di liang vagina," ujar Yassin.

@mr_brocco menuliskan, "Wahai para gadis seringlah berenang, karena kalau suatu saat kamu hamil dan pasanganmu tidak mau tanggungjawab, tinggak bilang kalau hamil karena keseringan renang," cuitnya.