Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela (Foto: Team BlitarTIMES)
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela (Foto: Team BlitarTIMES)

Polisi menyampaikan data terbaru dampak bentrok suporter di Kota Blitar saat laga Semifinal Piala Gubernur 2020 antara Persebaya VS Arema FC. Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan berdasarkan hasil pengecekan terakhir sebanyak 13 motor rusak.

Rinciannya dua unit motor terbakar habis, kemudin enam terbakar sebagian, lalu lima unit tertinggal di lokasi kejadian.  

"Yang ditinggal ini ada yang rusak ringan namun bukan terbakar. Ada yang  terbakar sedikit. Motor ini mungkin ditinggal lari pemiliknya karena takut. Semua milik supoter bukan milik masyarakat sekitar. Kita sedang cek karena kondisinya ada yang sudah tinggal kerangka," ungkap Leonard, Rabu (19/2/2020).

Dia menambahkan, pihaknya tetap akan menelusuri pelaku di balik aksi anarkis tersebut. Saat ini Satreskrim Polres Blitar Kota tengah melakukan penyelidikan dengan pengumpulan keterangan dan barang bukti.

"Tetap kita telusuri kami sedang bekerja. Nanti informasi kita serap untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Tentunya akan ada sanksi hukum jika pelaku tertangkap. Kemarin kami tidak langsung melakukan penangkapan karena kami fokus memisah agar chaos tidak semakin meluas," jelasnya.

Sementara korban tercatat ada tiga orang. Rinciannya satu orang suporter Arema FC asal Tulungagung mengalami patah tulang, lalu satu suporter Persebaya asal Tambaksari Surabaya  mengalami luka di kepala kemudian satu orang mengalami luka ringan di bagian kepala.

"Korban luka yang kami update ada tiga. Yang satu patah tulang warga Tulungagung simpatisan Arema. Yang kedua luka di kepala sudah ditangani di rumah sakit. Dan langsung kembali tadi malam. Korban kedua ini  warga Tambaksari Surabaya simpatisan Bonek. Yang satu lagi luka ringan diobati di ambulan," pungkasnya.(*)