Whatsapp di Hack! Hanya dengan Sekali Panggilan Tak Terjawab, Data Anda Terancam Dikuasai

Logo Whatsapp (ist)
Logo Whatsapp (ist)

SURABAYATIMES, JATIMES – Segera update aplikasi WhatsApp anda dengan aplikasi terbaru di Playstore atau App Store. 

Baru-baru ini diketahui terdapat sebuah celah keamanan yang mampu membuat hacker menginstall malware yang dapat mengintai seluruh data smartphone Anda hanya dengan sebuah panggilan tak terjawab.

Berita Whatsapp di Hack ini menyeruak diberbagai forum dan media Internasional. 

Dilansir dari  thehackernews.com, diketahui celah keamanan ini ditemukan dan dijual oleh sebuah perusahaan Israel bernama "NSO Group" yang memang diketahui banyak memproduksi berbagai macam malware pengintai di dunia.

Diketahui kode untuk celah kemanan ini adalah CVE-2019-3568.

CVE adalah sebuah database yang menyimpan berbagai macam jenis celah keamanan yang terpublikasikan dan memuat berbagai macam informasi yang berguna bagi pegiat keamanan digital di dunia.

"Celah keamanan ini berdampak ke WhatsApp untuk Android versi 2.19.134 ke bawah, WhatsApp Business untuk Android versi 2.19.44 ke bawah, WhatsApp untuk iOS versi 2.19.51 ke bawah, WhatsApp Business untuk iOS versi 2.19.51 ke bawah, WhatsApp untuk Windows Phone versi 2.18.348 kebawah, dan WhatsApp untuk Tizen versi 2.18.15 kebawah." terang Facebook yang dikutip melalui pengumuman resmi di halamanya.

Serangan ini dilaporkan tidak akan terdeteksi jika menyerang korban karena panggilan telepon tersebut layaknya panggilan Whatsapp biasa, lalu korban pun tidak akan mampu mengidentifikasi siapa penelpon tersebut, karena hacker akan menghapus log panggilan masuknya. 

Setelah hacker masuk ke dalam sistem ponsel korban, hacker otomatis menginstall Pegasus Spyware yang berfungsi sebagai media komunikasi antara hacker dengan ponsel korban.

Para teknisi di Whatsapp mengetahui celah keamanan ini awal bulan ini, dan langsung memperingatkan depkeh (Departmen of Justice) terkait permasalahan ini. 

Mereka mengimbau agar seluruh pengguna Whatsapp untuk segera mengupdate aplikasi mereka baik di Android atau iOS secepat mungkin.

Masih belum ada pemberitaan resmi dari Whatsapp tentang berapa jumlah korban yang terkena serangan ini, tetapi beberapa teknisi di Whatsapp mengonfirmasi jika hanya beberapa orang saja yang terkena serangan dari celah keamanan ini.

Selain itu Citizen Lab, sebuah organisasi di University of Toronto yang telah melakukan investigasi terkait kasus ini percaya jika serangan ini dilancarkan ke beberapa pengacara di Inggris.

Pegasus Spyware ini ditemukan telah tersebar di 45 negara di dunia dan menargetkan berbagai pegiat hak asasi manusia dari Mexico hingga Uni Emirat Arab, dan seorang staff amnesti internasional di Saudi Arabia.

Pewarta : Muhammad Baqir
Editor : Heryanto
Sumber : JatimTIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top