Football For Peace, Dimana Pria dan Wanita Bisa Bermain Bersama dan Disatukan di Lapangan

Gus Hans
Gus Hans

SURABAYATIMES – Kota Surabaya akan menjadi saksi bahwa tidak ada perbedaan gender antara pria dan wanita. Sepak bola yang selama ini identik dengan olahraga maskulin alias pria, bakal berubah. Karena akan ada festival Football for Peace. Dimana pria dan wanita dapat bermain bersama.

Festival ini rencananya akan digelar di dua tempat. Yaitu, Jakarta dan Surabaya yang rencananya digelar akhir bulan September tahun 2019 ini.

Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta mengatakan alasan diperbolehkannya wanita dilibatkan di lapangan karena ini bukan turnament atau liga. "Festival adalah perayaan atau peringatan. Seperti merayakan 17 Agustus," ujar pria yang akrab disapa Gus Hans ini.

Menurut dia, sepak bola menjadi media yang tepat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. “Sepak bola bisa menularkan virus perdamaian,” bebernya.

Sepak bola, sambung cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) yang namanya masuk bursa Pilwali Surabaya 2020 tersebut, “Bisa menciptakan antidiskriminasi, kompak membangun kebersamaan, serta cara smart untuk menyatukan bangsa.”

Gus Hans pun menyambut baik kesepakatan ini. “PP Muhammadiyah dan Uni Papua FC bisa ikut serta dalam pertandingan sepak bola, serta menjadikan Pancasila sebagai keajaiban dan contoh bagi dunia,” tuturnya.

Selain itu ada beberapa regulasi yang berbeda seperti sepak bola pada umumnya. Di mana pemain di lapangan berjumlah 7 orang beserta cadangan 8 pemain.

Kemudian satu tim dengan yang lain bisa saling bertukar pemain. Namun, jersey yang dikenakan harus tetap sama dengan tim tersebut.

Selain itu durasi pertandingannya juga lebih pendek. Dalam satu babak hanya 15 menit saja. Sehingga total berlangsung selama 30 menit alias setengah jam saja.

Football For Peace Festival adalah program dari Perkumpulan Sepakbola Uni Papua yang bertujuan untuk mempromosikan, menyebarkan perdamaian dan melakukan perubahan sosial, menanamkan nilai kemanusiaan serta persatuan di masyarakat melalui sepakbola. 

Kegiatan dilakukan pertama kali pada tahun 2017 dilanjutkan tahun 2018  dan dilaksanakan setiap tanggal 21 September sebagai Hari Perdamaian Internasional ( International Day of Peace). 

Sejak tahun 2017 kegiatan Football For Peace Festival mendapat dukungan dari  Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Program ini melibatkan peserta dari kedutaan besar negara sahabat, komunitas internasional yang ada di Indonesia, organisasi pemerintah, komunitas sepakbola lokal, institusi dan lembaga, perguruan tinggi serta sekolah.
 

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top