Gerindra Sebut Ada yang Kebakaran Brewok, NasDem : Macam Politisi Kampungan

Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago semprot politisi Gerindra Andre sebagai politikus kampungan (by Nana)
Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago semprot politisi Gerindra Andre sebagai politikus kampungan (by Nana)

SURABAYATIMES, MALANG – Tensi semakin memanas antara partai politik (parpol) NasDem dan Gerindra. Dimungkinkan juga akan bergulir ke parpol pendukung Jokowi lainnya, selain PDI-Perjuangan. 

Saling serang pernyataan para politikusnya ramai di media saat ini. Khususnya setelah Prabowo Subianto Ketua Umum Gerindra sukses membentuk wacana poros Teuku Umar-Kertanegara, yang dimungkinkan kuat, bahwa Gerindra akan masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf lima tahun ke depan.

Bukan lagi kasak kusuk, parpol pendukung Jokowi telah bereaksi dengan berbagai manuver yang ada terkait hal itu. Berbagai pernyataan disorongkan kepada masyarakat atas semakin masuknya Gerindra ke dalam pemerintah Jokowi.

Pernyataan yang membuat Andre Rosiade, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, melontarkan pernyataannya atas keresahan partai koalisi, khususnya NasDem. Terkait wacana poros Kertanegara-Teuku Umar yang diawali dengan pertemuan Jokowi, Prabowo Subianto, dan Megawati Soekarnoputri. 

"Rakyat mengapresiasi  pertemuan pak Prabowo dengan pak Jokowi dan Bu Mega. Tapi, kok ada yang 'kebakaran brewok' atas hal itu," ucap Andre yang juga mempersoalkan komitmen koalisi NasDem dalam dukungannya kepada Jokowi di pilpres 2019 yang tanpa syarat. "Setelah menang berbeda dengan yang disampaikan awal," ujarnya.

Pernyataan itu pun mendapat reaksi dari Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago. Khususnya terkait penggunaan frasa "kebakaran brewok" yang dilontarkan Andre.

"Saya kira caleg ini perlu diajarkan etika politik. Bahasa yang digunakan macam politisi kampungan," kata Irma kepada media, Minggu (11/08/2019).

Sebutan politisi kampungan yang dialamatkan kepada Andre juga dikuatkan dengan pernyataan lainnya. Dimana Irma dengan tegas mengatakan, NasDem tidak peduli dengan adanya wacana pembentukan poros Teuku Umar-Kertanegara.

Bagi NasDem yang diwakilkan oleh Irma, poros itu adalah urusan partai politik masing-masing. "Soal PDIP-Gerindra itu  urusan partai masing-masing. Politik itu kan dinamis, ngapain kebakaran jenggot? Andre terlalu baper dan lebay, ge-er gitu," ujar Irma yang mengatakan dengan lugas bahwa Gerindra seharusnya malu karena kini ingin merapat dengan koalisi Indonesia kerja (KIK).

Dirinya pun membeberkan contoh terkait Gerindra yang paling keras menggaungkan slogan ganti presiden di pilpres 2019. Tapi, setelah usai pilpres dengan berbagai keputusan mengikat dari Mahkamah Konstitusi (MK) serta KPU, kini malah ingin merapat.

"Jadi perlu belajar malu itu. Andre juga mesti belajar malu dulu sebelum masuk Senayan. Agar nanti bisa memilih diksi yang lebih elegan sebagai politisi," pungkasnya.

 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top