Perindo Tak Miliki Kursi di Dewan, Samuel Teguh Tidak Kehabisan Akal Maju Pilwali Surabaya

Samuel Teguh Santoso
Samuel Teguh Santoso

SURABAYATIMES – Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Surabaya Samuel Teguh Santoso mendeklarasikan diri sebagai bakal Cawali Surabaya jalur independen 2020. Dia mendeklarasikan diri beserta dengan pendukungnya di salah satu rumah makan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/8).

Meski merupakan kader partai namun Samuel berencana maju lewat cara lain. Sebab, Perindo tidak memiliki kursi di DPRD Surabaya. Sehingga jalur yang dipilih adalah independen dengan mengumpulkan KTP warga.

Samuel mengatakan pertimbangan maju  independen karena dirinya mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat melalui kelompok persekutuan doa, kelompok olahraga, kelompok pengajian dan lainnya. 

"Semuanya bilang, pak Sam jangan cari orang lain, tapi pak Sam sendiri harus maju di Pilkada Surabaya 2020. Makanya saya siap maju," ujar dia.

Menurut dia, kelompok masyarakat tersebut siap memberikan dukungan berupa mobilisasi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat cawali independen. Dan sekaligus nantinya membuat posko pemenangan di sejumlah lokasi.

Samuel menjelaskan secara finansial dirinya mungkin tidak cukup. Namun dengan semangat dari kelompok masyarakat  ini yang membuat tekadnya semakin kuat untuk maju di pilkada.

Ditanya tentang kinerja Wali Kota Risma Samuel menilai selama dua periode memimpin Surabaya cukup bagus. Sehingga sesuatu yang sudah bagus tersebut harus dilanjutkan lebih baik lagi.

"Tentunya ada kelebihan dan kekurangan. Kalau ada kelebihan ya bagus untuk dilanjutkan dan kalau ada kekurangan ya harus diperbaiki," katanya.

Pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya lanjut sudah sangat baik. Namun untuk sumber daya manusia (SDM)-nya yang harus ditingkatkan. "Ini salah satu misi saya, agar SDA dan SDM di Surabaya bisa disinergikan," tuturnya.

Apalagi kata dia jika dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya cukup besar hingga mencapai sekitar Rp5 triliun. Begitu juga dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya yang besar atau mencapai hampir Rp10 triliun.

"Atas dasar tersebut pembangunan di semua unsur harus dijalankan dengan baik mulai dari pendidikan, kesehatan, transportasi hingga pengetasan kemiskinan," ujarnya.

Untuk bisa maju Samuel akan mengumpulkan sekitar 135 ribu KTP. Salah upaya yang dilakukan selain dukungan kelompok masyarakat juga dengan mengoptimalkan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo di kecamatan, maupun kepengurusan anak cabang di masing-masing kelurahan. 

Sebelumnya salah seorang pengacara M. Sholeh telah lebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai Cawali Surabaya jalur independen pada 4 Juli 2019. Sholeh menargetkan 135 ribu kartu tanda penduduk sebagai salah satu persyaratan pencalonan cawali independen di Pilkada Surabaya 2020 terpenuhi dalam waktu empat bulan.  "Kami upayakan," ujarnya.

Sosiolog Politik Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Agus Machfud Fauzi menilai peluang Calon Wali Kota Surabaya jalur indepen tetap ada, jika tidak ada figur yang tepat sebagai pelanjut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Kemungkinan bisa, meski tantangannya besar," kata Agus.

Menurut Agus, tantangan Cawali Surabaya tidak hanya mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP), tanda tangan bermaterai sebagai syarat maju, melainkan juga optimisme dari personilnya. Selain itu juga cawali independen harus bisa membangun kepercayaan publik serta bisa menampilkan modal sosial sebagai bakal calon yang mempunyai kapasitas.

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top