Santri Ini dapat Dukungan Kaum Nasionalis Maju Pilwali Surabaya 2020

Gus Hans bersama Ketua KBM Jatim Hadi Pranoto
Gus Hans bersama Ketua KBM Jatim Hadi Pranoto

SURABAYATIMES – Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 nampaknya akan diwarnai dari kalangan santri yang akan ikut maju meramaikan. Salah satu nama yang muncul belakangan ini adalah KH Zahrul Azhar As'ad atau biasa disapa Gus Hans.

Dukungan kepada Gus Hans semakin mengalir belakangan ini. Tidak hanya dari kalangan sesama santri saja. Tapi juga dari kalangan nasionalis seperti Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Jatim.

"Gus Hans sosok muda potensial menjadi Wali Kota Surabaya. Pria santun, cerdas, agamis yang nasionalis. Bertekad menjaga capaian Bu Risma," ujar Ketua Keluarga Besar Marhaenis Jatim Hadi Pranoto.

Dia menjelaskan utamanya taman kota dan ketertiban. "Akan menjadikan Surabaya sebagai Health Tourism dan City Tourism. Menata perekonomian yang berkeadilan dan menenuhi kebutuhan kaum milenial. Semoga Tuhan memberkati dan melapangkan jalan perjuangannya," imbuh Hadi.

Menanggapi dukungan tersebut Gus Hans menyatakan rasa terima kasihnya. "Saya sampaikan mudah- mudahan tidak gege mongso (mendahului takdir) terhadap apa yang dilakukan selama ini," ujarnya 

Menurut dia selama ini Kota Surabaya sudah cukup berhasil dibangun oleh Wali Kota Tri Rismaharini. "Kalau ada lagu bangunlah badannya," kata Gus Hans.

Wali Kota Risma dianggap oleh Gus Hans berhasil membangun badannya Kota Surabaya melalui taman, jalan dan sebagainya. "Tinggal membangun langkah selanjutnya yaitu jiwanya," jelas pria yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang ini.

Jiwa ini menurut Gus Hans yang nanti akan mengisi pembangunan kota yang selama ini dibangun Wali Kota Risma. "Sehingga berkesinambungan. Massanya bu Risma adalah pembangunan infrastruktur. Bagaimana dengan infrastruktur yang ada diteruskan dengan kemanfaatan. Bagaimana milenial yang ada mengoptimalkan fasilitas ini," bebernya.

Gus Hans mencontohkan misalnya taman yang dibangun nanti akan diisi dengan beragam aktivitas. Seperti tempat konser musik, tempat diskusi atau bahkan menjadi tempat usaha untuk mencetak entrepreneur muda.

"Andaikan saja kita tidak konsen pada anak muda ini, maka bonus demografi yang dimiliki Surabaya akan menjadi bencana. Konsentrasi kita justru bagaimana anak muda ini bisa membangun dan memanfaatkan segala sesuatu yang sudah dibangun," imbuhnya.
 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top