Gandeng Komatnas, Pemprov Jatim Targetkan Bebas Katarak Tahun 2025

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi PERDAMI Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi PERDAMI Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya

SURABAYATIMES – Pemerintah Provinsi Jatim bertekad mewujudkan universal eye health salah satunya melalui gerakan bebas katarak. Gerakan ini akan dilaksanakan secara masif khususnya dengan menggandeng PERDAMI (Persatuan Dokter Mata Indonesia) serta Komite Mata Nasional (Komatnas) dan elemen strategis lainnya. 

Komatnas adalah suatu organisasi independen yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat di antaranya jurnalis/penggiat media, LSM, organisasi profesi seperti PERDAMI dan pihak swasta seperti Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN). 

Bersama dengan Komatnas, Pemprov Jatim terus berupaya melakukan Penanggulangan Gangguan Penglihatan (PGP) di Jatim. Apalagi Komatnas dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam melakukan PGP dan pencapaian universal eye- health. 

"Kita bertekad untuk mewujudkan universal eye health pada tahun 2025. Mengingat jumlah dokter mata dan klinik mata di Jawa Timur cukup banyak. Sehingga jika bersinergi dengan pemprov, pemerintah kab/kota, serta elemen strategis lainnya saya optimis tercapai,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi PERDAMI Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/8) sore. 

Menurutnya, berdasarkan data dari hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan pada tahun 2014-2016 menunjukkan bahwa Provinsi Jatim merupakan salah satu dari 15 provinsi di Indonesia yang berkontribusi pada tingginya prevalensi nasional. 

Angka prevalensi Jatim adalah 4,4% dengan penyebab utamanya adalah katarak yang tidak ditangani (untreated cataract) sebesar 81,1%. Prevalensi ini tertinggi pertama di Indonesia, dan sangat jauh di atas rata-rata nasional (3%). “Untuk itu kami terus berupaya mengatasi masalah katarak di Jatim ini salah satunya melalui kegiatan operasi katarak gratis secara intensif, tentunya kami juga 
mendorong berbagai pihak untuk mau berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan sosial ini,” terangnya. 

Dalam upaya menekan angka penderita katarak di Jatim, lanjutnya, Pemprov Jatim juga akan melibatkan kader PKK hingga melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) plus. Apalagi sebagian besar penderita katarak adalah orang tua, sehingga melalui para pendamping PKH plus diharapkan dapat mengurangi penderita katarak terutama di kalangan orang tua kurang mampu. 

Ditambahkannya, Pemprov Jatim juga terus mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mata dan melakukan pencegahan penyakit gangguan penglihatan. Pencegahan ini salah satunya dengan melindungi mata dari paparan langsung sinar ultraviolet (UB) baik menggunakan kaca mata anti UV atau topi. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan baik tanpa ada gangguan penglihatan. 

“Kami yakin dengan berbagai upaya baik program dari Dinas Kesehatan Prov Jatim maupun kerjasama berbagai pihak untuk melakukan bakti sosial maupun operasi rutin di rumah sakit, target universal eye health khususnya Jatim bebas katarak dapat dicapai,” pungkasnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : A Yahya
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top