Anggap Ucapan Eri Cahyadi tak Berdasar, Persebaya Butuh Kepastian Aturan

Hearing Manajemen Persebaya di Komisi B DPRD Surabaya (Istimewa)
Hearing Manajemen Persebaya di Komisi B DPRD Surabaya (Istimewa)

SURABAYATIMES – Manajemen Persebaya Surabaya menggelar hearing dengan Komisi B DPRD Surabaya. Dalam hearing yang dilakukan Selasa (16/7) itu juga turut dilibatkan pihak Pemkot Surabaya dari dinas pemuda dan olahraga (Dispora).

Hearing dipimpin oleh anggota Komisi B Baktiono. Sementara dari pihak Persebaya diwakili manajer tim Candra Wahyudi dan Yerry Purwanto selaku sekretaris dinas pemuda dan olahraga.

Salah satu permasalahan yang dibahas dalam hearing tersebut adalah adanya rencana kenaikan tarif sewa di Stadion Gelora Bung Tomo. Karena selama ini Persebaya selalu menggunakan stadion yang berada di kawasan Pakal tersebut untuk bertanding.

Saat ini Pemkot Surabaya berencana menaikkan tarif sewa di GBT. Tidak tanggung, kenaikan dipatok sampai 15 kali lipat. Sehingga harga sewanya mencapai ratusan juta rupiah perharinya.

Saat ini tarif sewa GBT perhari Rp 30 juta. Namun dalam tarif baru yang dibahas dalam ranperda direncanakan naik Rp 22 juta perjam sehingga total perhari Rp 444,6 juta.

Karuan saja kenaikan ini dianggap sangat memberatkan pihak Persebaya. Karena dianggap bisa mengganggu keuangan tim.

Jika Persebaya keberatan dengan tarif tersebut sebaliknya pihak Pemkot Surabaya. Melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Eri Cahyadi memberikan statemen bahwa akan ada harga khusus bagi Persebaya. Karena Persebaya dianggap tim kebanggaan warga Surabaya.

"Sejak awal pertandingan kemarin sudah dibedakan harga sewa (stadion GBT) untuk Persebaya karena membawa nama baik Surabaya,” katanya dalam rilis yang disebar 8 Juli.

Bahkan, kata Eri, setelah raperda ini disahkan maka akan dilakukan penyempurnaan dengan Perwali. Melalui Perwali tersebut, nantinya retribusi sewa juga akan dibedakan. Seperti untuk pertandingan Persebaya atau kegiatan laga amal lainnya. 

“Perda itu nanti juga akan disempurnakan melalui Perwali. Jadi nanti juga ada perbedaan (tarif sewa) seperti untuk laga Persebaya atau laga amal, maka akan dimasukkan dalam Diskresi Perwali,” paparnya.

Namun tawaran baik dari Eri tersebut rupanya tidak langsung diterima begitu saja oleh kubu Persebaya. "Saya kira semuanya harus tertuang dalam hitam di atas putih. Karena kalau negosiasi secara lisan juga kita tidak tahu seperti apa. Yang disampaikan kalau cuma lisan kita pake dasar apa?," ujar Manajer Persebaya Candra Wahyudi ditemui usai hearing.

Dia menjelaskan bahwa apa yang disampaikan hari ini belum tentu bisa berjalan besok dan sebagainya. "Jadi menurut saya clear kalau semuanya dituangkan dalam aturan tertulis," tegas pria yang dahulunya berprofesi sebagai wartawan ini.

Candra sangat keberatan dengan adanya kenaikan tarif yang menurut dia sudah sangat tidak rasional. "Yang terbaru kan ada kenaikan cukup tajam misal sewa Rp 22 juta perjam. Kemudian perhari sampai Rp 444 juta perhari," tuturnya.

Menurut pria asal Bojonegoro ini jika tidak dijelaskan di regulasi dan perda akan menimbulkan multi tafsir. "Makanya kami menuntut kalau ada perlakuan khusus dan harga khusus dijelaskan juga di perda," tegas Candra.

Dia menambahkan sebagai pihak penyewa hanya berharap ada yang lebih fair dan transparan dalam hal ini. "Kami masih menunggu dan ada keadilan penetapan perda ini," imbuhnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top