Mirip Film Final Destination, Lolos dari Peluru Polisi Bandar Sabu Ini Tewas Tertabrak Truk

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis pelaku tewas
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis pelaku tewas

SURABAYATIMES – Polda Jatim  mengungkap jaringan penyelundupan sabu dari Malaysia. Sebelumnya, berat sabu yang dimasukkan 10 galon cat ini setelah dihitung beratnya mencapai 11,5 kilogram dan senilai Rp 11,5 milyar.
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, pelaku Pieter Kristiono  ditangkap di rumahnya di Perum Permata Taman Palem Blok A5/ 16, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. "Dia telah meninggal dunia," ujarnya.
 

Menurut Luki Peter tewas bukan karena ditembak mati petugas. Namun saat ditangkap dan dibawa ke Polda Jatim, di perjalanan saat mengisi BBM di SPBU Tambun Bekasi, Pieter izin ke kamar kecil.
Meski diborgol dan dikawal petugas, Pieter rupanya mencoba kabur dengan mendorong petugas hingga jatuh dan berlari melewati pembatas jalan tol. Petugas lainnya pun bersiap dengan mengarahkan pistol untuk menembak Peter agar tidak kabur. Namun naas, sebelum ditembak, Peter akhirnya tertabrak truk bermuatan daging yang melintas.
 

"Ini berhasil diungkap dikembangkan di Jakarta di perumahan. Saat pelaku dibawa ke Jatim, isi bensin di salah satu POM pelaku melarikan diri dan ditabrak truk pembawa daging tanggal 3 Juli," jelas Luki.
Polisi saat itu langsung membawa Peter ke Rumah sakit. Namun, esoknya, nyawa Peter sudah tak tertolong. Jenazah Peter kini telah dibawa keluarganya. "Dibawa ke RS, akhirnya tanggal 4 Juli meninggal dan sudah dibawa keluarganya,"ujar Irjen Luki-sapaan akrabnya.

Luki menyebut pengungkapan ini merupakan pengembangan dari pelaku yang telah ditangkap di beberapa daerah di Jatim. "Total sabunya 11,5 kilogram dibagi jadi 10 bungkus. Awalnya, Oktober ditnarkoba menangkap 2,5 kilogram, perkembangan bulan Maret ada yang meninggal di Madura beratnya 5 kilogram. Hasil pengembangan itu, tanggal 3 Juli berhasil mengungkap lagi 11,5 kilogram yang dimasukkan di dalam kaleng cat," lanjut Kapolda Jatim.

Kini, polisi tengah melakukan pengembangan lagi. Pasalnya, barang haram berkualitas KW 1 dan ditaksir senilai miliaran rupiah ini rencananya akan dikirim ke Madura. "Barang ini dari Malaysia, menggunakan kapal ekspedisi. Sebelumnya menggunakan pesawat, yang maret itu pake ekspedisi, ini juga. Ini ada lagi pengembangan, nanti akan kami sampaikan. Tim masih bergerak di salah satu tempat. BB ini akan dikirim ke wilayah Madura, ada salah satu tempat yang kami jadikan target," imbuh Luki

 

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top