Jalani Sidang Pertama, Mantan Direktur Perusahaan Percetakan Terancam 5 Tahun Penjara

Terdakwa yang saat ini ditahan di Lapas Lowokwaru (ist)
Terdakwa yang saat ini ditahan di Lapas Lowokwaru (ist)

SURABAYATIMES, MALANG – Thomas Zachrias (68) warga Lembah Dieng, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, terdakwa kasus Penggelapan uang perusahaan percetakan CV mitra Sejahtera Abadi senilai Rp 900 juta, menjalani persidangan pertamanya.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Noor Ichwan Ichlas Ria Adha SH tersebut, beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, I Dewa Gede Putra Awatara.

JPU membacakan dakwaan terhadap tekdakwa, dimana ia didakwa dengan Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP mengenai pengelapan dalam jabatan. Konsekuensinya, dengan diterapkannya pasal tersebut, pihaknya terancam dengan hukuman lima tahun kurungan penjara.

"Pembacaan dakwaan tunggal, mengenai pasal penggelapan dalam jabatan berkelanjutan," bebernya

Lanjut Dewa, setelah mendengar dakwaan yang dibacakan, pihak terdakwa memang mengajukan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan. Sehingga dari situ, akan berlanjut pada agenda persidangan pembacaan eksepsi.

"Untuk agenda sidang selanjutnya adalah eksepsi dari pihak terdakwa pada Senin (17/6/2019). Silahkan mengajukan, karena itu memang hak terdakwa dan mekanismenya memang ada," jelasnya

Sementara itu, terdakwa Thomas yang didampingi oleh kuasa hukumnya dari Supreme Law Firm masih enggan memberikan keterangan atau tanggapan mengenai dakwaan tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika kasus ini berawal dari kerjasama yang dilakukan oleh Megawati (57) warga Jalan Kedondong, Kota Malang dengan Thomas Zachrias sejak 2009. Saat itu, Thomas menjabat sebagai Direktur.

Namun berjalannya waktu, seiring berkembangnya percetakan, justru Thomas tak pernah memberikan laporan keuangan dan malah memasukan uang perusahaan ke rekening pribadinya. Dan setelah diaudit, total uang yang digelapkan mencapai Rp 900 juta.

Dari situ, kemudian Megawati melaporkan kasus tersebut ke Polres Malang Kota yang kemudian memasuki tahap dua dan dilimpahkan ke Kejari Kota Malang hingga memasuki masa persidangan seperti saat ini.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top