Batok Kelapa untuk Memperkuat Roket Militer, Mungkinkah?

Foto ilustrasi (ist)
Foto ilustrasi (ist)

SURABAYATIMES, MALANG – Tahukah kamu? Roket yang digunakan dalam militer dapat diperkuat dengan menggunakan bahan batok kelapa?

Jika bukan karena Nur Rachman Supadmana Muda, mahasiswa Program Doktor Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), kita tidak akan tahu bahwa batok kelapa dapat meningkatkan potensi dari roket dari segi stabilitas dorongan dan impuls spesifik roket.

Melalui disertasinya yang berjudul Efek Kopling Spin Elektron Nano Karbon Aktif Batok Kelapa dalam Solid Propelan untuk Meningkatkan Stabilitas Thrust Dan Impuls Spesifik Roket, Nur Rachman berhasil meningkatkan stabilitas thrust dan impuls spesifik roket dengan mengetahui potensi yang dihasilkan pada karbon aktif berukuran nano dari batok kelapa.

Karbon aktif berperan dalam mengendalikan reaksi pembakaran propelan dan mengurangi fluktuasi dorong sehingga dapat menstabilkan dorongan roket. 

Namun ternyata ukuran partikel dari karbon aktif juga memainkan peran yang sangat menentukan.

Dalam ukuran mikro, karbon aktif menjadi beban termal yang mengurangi aliran panas sehingga daya dorong menurun karena area permukaan kontaknya sangat kecil. 

"Berbeda halnya dengan karbon aktif ukuran nano yang memiliki area kontak yang sangat luas. Luas dan kepadatan yang besar menghasilkan bahan propelan terbaik," jelasnya.

Dipaparkan Rachman, gaya tarik menarik antaratom yang disebabkan oleh kopling spin elektron dapat membuat fungsi nano karbon aktif seperti kapasitor termal.

Nano karbon aktif sendiri sebagai kapasitor mempercepat dekomposisi pada suhu rendah dan mengontrol reaksi eksotermik secara berangsur-angsur yang menghasilkan aliran panas lebih tinggi dan tekanan gas serta nyala api lebih besar.

“Penggunaan nano karbon aktif sebagai katalis dan propelan dalam kondisi stoikiometri membuat propelan menjadi lebih padat dan meningkatkan dorongan dengan impiils speisifik yang besar. Kopling spin elektron komposisi C4 terjadi dalam konfigurasi sp2 – sp3, hal ini mengakibatkan ketersediaan elektron dalam ikatan ? yang stabil” beber pria yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan di Politeknik Kodiklat Angkatan Darat sejak tahun 2016 tersebut.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top