Rapat Pleno KPU Surabaya Selesai, Enam Caleg Lapor Bawaslu

Agoeng Prasodjo ketika melapor di kantor Bawaslu Surabaya
Agoeng Prasodjo ketika melapor di kantor Bawaslu Surabaya

SURABAYATIMES – Anggota Komisi C DPRD Surabaya  Agoeng Prasodjo mendatangi kantor Bawaslu Surabaya, Jum'at (10/5) siang. Dia datang untuk melaporkan perihal suaranya yang hilang di Dapil 4 Surabaya. Agoeng adalah calon legislatif incumbent dari Partai Golkar yang memiliki nomor urut 4 di sana.

Agoeng datang melapor dengan membawa beberapa barang bukti. Seperti dokumen C1, DA Plano dan DA A1. Di dapilnya Agoeng mendapatkan 4.692 suara, selisih 31 suara dengan rekannya dari sesama partai Golkar Aan Ainur Rofik yang mendapatkan suara paling banyak di dapil 4 tersebut.

Ditemui usai membuat laporan Agoeng menyampaikan laporan terkait adanya dugaan manipulasi data. "Ada kesalah fahaman ditingkatan PPK Kelurahan Simomulyo Baru dan Putat Jaya," ujarnya.

Di dua kelurahan ini menurut dia ada selisih yang mengakibatkan hilangnya suara dia. "Hingga kemudian menarik saya untuk investigasi. Kemudian ketemulah titik masalah itu. Saya dapat C1 asli dan dikombinasikan dengan DA A1 kecamatan di Sukomanunggal dan Sawahan ternyata sangat beda," bebernya.

Atas adanya permasalahan itu dia kemudian berinisiatif untuk datang ke Bawaslu. "Secara Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017 ketika ada kesalahan administrasi masih wewenang Bawaslu," bebernya.

Saat ini dia menjelaskan hanya selisih 31 suara saja dengan pemilik suara terbanyak yang dari Partai Golkar juga. "Tapi kalau suara saya dikembalikan ini Insya Allah bisa berbalik," imbuhnya.

Terpisah Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Sumago ketika dikonfirmasi menyatakan langkah Bawaslu terkait dengan laporan ini akan dikaji dan didalami terlebih dahulu. "Kami akan mengkoparasikan yang disampaikan dengan pelapor dan juga C1 yang dimiliki Panwaslu, KPU dan juga DA 1 dan DA Plano," bebernya.

Nanti dari situ menurut dia angkanya akan dicek terkait benar atau tidaknya. Hadi mengatakan tidak akan gegabah terkait adanya laporan ini.

Setelah ini pihaknya akan memanggil pihak PPK yang ada di Kecamatan Sawahan dan Sukomanunggal, termasuk juga lembaga KPU. "Yang saya baca dilaporkam atas dugaan manipulasi hasil suara pemilu. Kami akan memanggil melakukan klarifikasi," lanjutnya.

Hadi menambahkan sejauh ini sudah ada enam laporan dari caleg yang masuk setelah selesainya rapat pleno di tingkat KPU kota. "Terkait dengan problem ataupun permasalahan yang berbeda-beda. Tapi tetap terkait dengan tahapan pemilu," imbuhnya.

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top