Huru Hara Dugaan Kecurangan Pemilu, Ini Saran Budayawan Emha Ainun Najib untuk Kedua Capres

Screenshot Video
Screenshot Video

SURABAYATIMES, MALANG – Huru Hara dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 memang masih menjadi buah bibir masyarakat sampai sekarang.

Belum diketahui dengan pasti kebenaran dari beredarnya isu kecurangan tersebut.

Beberapa tokoh kenamaan pun turut mengomentari peristiwa yang membuat masyarakat bingung itu. 

Salah satunya budayawan MH Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun. 

Dalam sebuah kesempatan budayawan kelahiran Jombang tersebut menyampaikan kedua Calon Presiden (Capres) semestinya membuat sebuah pembuktian atas tuduhan kecurangan yang disampaikan kepada keduanya.

"Kalau saya jadi Prabowo, karena saya dituduh curang juga, saya yakin bahwasannya saya menang, maka saya akan minta penghitungan ulang oleh tim independen dan diawasi oleh kedua kontestan dan oleh para orangtua atau lembaga independen yang adil dan jujur," katanya dalam sebuah video yang diunggah channel youtube KS, Minggu (5/5/2019) lalu.

"Kalau saya jadi Jokowi, saya ndak terima disebut curang. Saya akan membuktikan melalui penghitungan kembali. Karena KPU terbukti melakukan banyak kesalahan, saya tidak mengatakan mereka salah dalam melakukan sesuatu yang curang. Tapi ada banyak kesalahan teknis, bahkan kecurangannya dihitung sampai lebih dari sembilan ribu," tambahnya.

Bukan hanya tentang penghitungan ulang, suami Novia Kolopaking ini juga menyoroti proses Pemilu 2019 yang menelan banyak nyawa. 

Salah satunya meninggalnya ratusan petugas KPPS yang tidak diiringi dengan pemasangan bendera setengah tiang.

"Bahkan KPU sendiri tidak melakukan upacara duka cita sebagaimana seharusnya. Presiden tidak mengucapkan berduka cita secara resmi. Tidak ada orang yang salat ghoib kecuali keluarga masing-masing. Dan tidak ada orang yang bersedih atas meninggalnya 360 orang itu. Itu sangat dahsyat, bahwa kita ini orang-orang yang sangat tidak mencintai nyawa manusia," jelasnya.

Sementara diakhir video, Cak Nun kembali menyinggung isu kecurangan dengan menyebut jika perolehan suara yang diberikan nantinya bisa saja membuat kegaduhan bahkan perpecahan.

Karena di satu sisi kemenangan akan dinilai curang dan kubu lain tak akan menerima.

"Kalau saya jadi Jokowi saya akan minta penghitungan ulang. Karena kalau ini diteruskan tetap akan disebut curang, dan satunya bisa saja tidak memberi pengakuan. Sehingga kita bisa saja pecah dalam waktu tidak sebentar, tapi lama," tegasnya.

Keduanya pun menurutnya membutuhkan penghitungan ulang. 

Dengan cara disaksikan masyarakat secara luas di sebuah ruangan dengan memanfaatkan teknologi. 

Sehingga masayarakat berada di mana pun bisa melihatnya langsung.

"Disaksikan dengan berbagai metode dan teknologi. Kalau ada perbedaan data bisa langsung dicek dan kita akan tahu bahwa itu jujur," katanya lagi.

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top