Jatim Miliki 9.824 IKM Batik, Pemprov Siap Fasilitasi HAKI

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin
Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin

SURABAYATIMES – Keberadaan batik bordir dan aksesoris di Jatim memiliki peran yang sangat penting bagi 
perekonomian di Jatim. Bahkan, eksistensinya menjadi tulang punggung industri kreatif di Jatim. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat 
membuka Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2019 di Grand City, Surabaya, Rabu (10/4). 
Ia mengatakan, industri kreatif lewat batik bordir dan aksesoris yang didominasi oleh sektor 
usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jatim terbukti mampu bertahan dari terjangan krisis ekonomi. Industri kreatif di Jatim tersebut sebagian besar didominasi oleh kaum ibu-ibu rumah tangga yang sangat produktif dan kreatif. 

Menurutnya, dengan adanya industri kreatif seperti batik bordir dan aksesoris dapat 
memberdayakan ekonomi perempuan di Jatim. Peran ibu-ibu dalam kegiatan UMKM dan industri 
kreatif saat ini telah mampu menjadi tumpuan ekonomi keluarga. 

"Peran ibu-ibu sebagai pilar keluarga dalam kegiatan industri kreatif seperti ini bisa turut 
berkontribusi bagi terciptanya ekonomi keluarga. Ibu-ibu menjadi salah satu tumpuan ekonomi 
keluarga. Maka, Pemprov Jatim akan terus mendorong dan bermitra dengan Dekranasda Provinsi Jatim agar lebih produktif," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Arumi Bachsin mengatakan, Pameran Batik, 
Bordir dan Aksesoris Fair Tahun 2019 mengangkat tema "Batik Sogan Terakota Jawa Timur". 

Tema tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan warna indah Batik Sogan Jatim yang terinspirasi dari warna bata Kerajaan Majapahit. 

Ia menjelaskan, batik sogan merupakan jenis batik bernuansa klasik dengan warna dominan 
variasi warna coklat. Jatim sendiri memiliki motif batik yang sangat mandiri dengan beragam motif 
di 38 kabupaten/kota dengan memiliki nilai filosofi tinggi dan mencerminkan karakteristik budaya masyarakat serta kondisi lingkungan (geografis) daerahnya masing-masing. 

Dari data 2018 menyebutkan, jumlah industri batik di Jatim mencapai 9.824 industri kecil 
dan menengah (IKM) dan mampu menyerap 29.571 tenaga kerja. "Kita patut berbangga bahwa Jatim kaya akan motif, warna tanpa terikat oleh pakem-pakem motif yang ada," ujarnya. 

Sebagai upaya mengangkat kekayaan desain dan motif produk kerajinan Jatim, Dekranasda 
Jatim bertekad untuk menjadikan produk batik, bordir, tenun dan aksesoris semakin mendunia.

"Bahkan Dekranasda bersama Pemprov Jatim akan memberikan fasilitas bagi para perajin, 
diantaranya melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Barcode, Desain Kemasan, 
Fasilitasi Batik Mark serta Fasilitasi Pameran dalam dan luar negeri," tutupnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top