Mini-Agrowisata Bisa Jadi Tempat Liburan Alternatif Bernilai Plus di Surabaya

Mini-Agrowisata yang ada di Jalan Pagesangan.
Mini-Agrowisata yang ada di Jalan Pagesangan.

SURABAYATIMES – Jelang libur Natal dan tahun baru 2018, warga Surabaya bisa menikmati mini-agrowisata yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dikonsep layaknya perkebunan di dalam perkotaan, kawasan agrowisata mengenalkan sekaligus mengedukasi berbagai macam jenis budidaya pertanian dan perikanan.

Mini-agrowisata yang terletak di belakang kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jalan Pagesangan itu memiliki luas lahan sekitar 8.000 meter. Berbagai jenis tanaman, tumbuhan, dan sayuran seperti kangkung, sawi tabulampot, budidaya aggrek, dan juga tanaman budidaya hidroponik tersedia di sini. 

Selain bermacam tanaman hortikultura, ada juga budidaya berbagai macam ternak seperti ayam petelur, kelinci dan kambing. Tak hanya itu, DKPP juga membudidaya ikan nila dan lele. Bagi pengunjung yang pegal-pegal pun tak usah khawatir karena DKPP menyediakan ikan terapi yang siap memijit manja kaki pengunjung. 

Yuni (32), warga Menanggal, menuturkan, liburan sekolah dimanfaatkan dengan mengajak buah hatinya supaya berani dengan binatang dan mengenal berbagai macam tumbuhan. “Kawasan ini bagus untuk anak-anak. Itung-itung bermain sambil belajar,” ucapnya.  

Ia mengetahui kawasan agrowisata berdasarkan informasi dari teman-teman yang menge-share tempat wisata ini di akun sosial media facebook. “Awalnya nggak tahu, pas lihat dan kebetulan tidak jauh dari rumah akhirnya ke sini. Kesan pertama, bagus dan baik,” imbuhnya. 

Hal senada diungkapkan Najwa, siswi kelas 6 SD, yang datang bersama ayah dan beberapa kawan-kawannya. Ia mengaku memanfaatkan liburan sekolah dengan belajar sekaligus bermain di mini agro wisata. “Pertama  ke sini sangat senang serta bahagia,” ucapnya sambil tersenyum. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Joestamadji mengatakan, mini-agrowisata dibuat untuk mengenalkan berbagai jenis tanaman kepada masyarakat. Salah satunya, lanjut dia, budidaya jenis tanaman di perkotaan menggunakan hidroponik, polybag dan ember. "Jadi, ketika masyarakat datang, bisa tahu bagaimana budidaya tanaman di perkotaan,” ujarnya pada Selasa, (18/12/2018). 

Ia menjelaskan ada berbagai jenis pertanian yang disediakan DKPP antara lain timun, cabai, melon, mangga, jambu, sirsak, pepaya, kangkung, sawi, pisang. Selain pertanian, kata Joes, ada pula peternakan hewan mulai dari kelinci, ayam dan kambing. Sedangkan perikanan ada budidaya ikan lele serta nila. “Total jumlah kambing sekitar 40 dan biasanya diberikan kepada kelompok tani," sambungnya. 

Disampaikan Joes, mini-agrowisata sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Mengingat, banyaknya peminat, DKPP membuka wisata ini pada Sabtu, Minggu dan di hari libur mulai pukul 09.00–15.00 WIB. 

Dikarenakan penataan tempat wisata yang nyaman dan cukup apik, Joes mengaku, jumlah pengunjung jelang liburan natal dan tahun baru dipastikan meningkat dari biasanya. “Jumlahnya saya tidak tahu persis, namun yang datang tidak hanya warga Surabaya, melainkan juga luar kota Surabaya,” terang dia. 

Warga yang mengunjungi mini-agrowisata sewaktu panen buah dan sayuran serta telur hasil budidaya ayam petelur bisa membawa barang-barang itu pulang. “Kalau masuk musim panen, biasanya kami bagikan kepada warga yang sedang mengunjungi mini-agrowisata bahkan kami bagikan ke warga sekitar," ungkapnya. 

Sementara itu, bagi warga yang juga ingin mendapatkan bibit bisa langsung memintanya di Kantor DKKP tapi dengan catatan jika stok masih tersedia. “Biasanya kalau stok bibit di green house melimpah pengunjung dan warga surabaya biasanya kami bagi. Akan tetapi jika stok terbatas, ya mohon maaf,” tandasnya. (*)

 

 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top