tester Sekdaprov Sebut Masih 22 Daerah di Jatim Serius Jaga Lahan Pertanian Lewat Perda | SURABAYA TIMES - Pemerintahan

Sekdaprov Sebut Masih 22 Daerah di Jatim Serius Jaga Lahan Pertanian Lewat Perda

Sekda Prov Jatim Dr Ir. Heru Tjahyono membuka Rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Aria Surabaya
Sekda Prov Jatim Dr Ir. Heru Tjahyono membuka Rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan di Hotel Aria Surabaya

SURABAYATIMES – Sekdaprov Jatim,Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM membuka acara Rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim 2018.

Dengan bertemakan Pembangunan Ketahanan Pangan dan Gizi di Jatim yang Mandiri dan Berdaya saing di Hotel Aria, Surabaya, Rabu (5/12).

Dia menyampaikan ketahanan pangan menjadi pondasi utama pembangunan nasional. 

Dengan tersedianya ketahanan pangan, maka semua hal yang bertujuan untuk membangun Negara akan lebih mudah. 

Oleh sebab itu, sebagai salah satu  tulang punggung ketahanan pangan, nasional  Jatim harus terus  menjaga produksi pangan mulai dari perikanan, kelautan, pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, salah satu masalah ketahanan pangan pada saat ini adalah factor cuaca dan ketersediaan lahan. 

Untuk ketersediaan lahan setiap tahunnya terus berkurang, dimana sebagian besar beralih menjadi tempat tinggal.

”Oleh sebab itu, permasalahan tersebut harus dilakukan segera percepatan, formula dan design agar ketersediaan pangan terus terjaga,” ujarnya.

Terkait, menyusutnya lahan pertanian dan kedua mengenai ketersediaan air. 

Dari data yang ada, rata-rata penyusutan lahan mencapai 1.953 hektar per tahun. 

Biasanya, lahan pertanian berubah menjadi perkantoran, perumahan, kawasan industri, dan pariwisata.

Menanggapi hal ini, pihaknya meminta para ahli dari beberapa perguruan tinggi untuk melakukan riset dan pengembangan tentang peningkatan produksi dan produktifitas. Misalnya saja untuk penemuan bibit unggul.

"Kami juga meminta kepada bupati atau walikota untuk mengecek kembali peraturan daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini baru 22 kabupaten yang telah membuat LP2B," jelasnya.

Terjaganya ketahanan pangan tersebut meliputi produksi yang cukup untuk Jatim dan nasional, harga yang terjangkau, hasil pertanian yang berkualitas dan memiliki jaminan mutu. 

Dengan menjaga hal tersebut, maka kebutuhan pangan baik untuk Jatim dan nasional akan aman.

"Dengan demikian semua proses pembangunan nasional bisa berjalan lancer khususnya tercukupinya gizi nasional,” lanjutnya.

Ditambahkannya,  kepastian ketersediaan pangan saat musim hujan dan saat panen. 

Dikatakannya, Gubernur Jatim juga sudah melakukan beberapa hal untuk ketahanan pangan salah satunya adalah konsep hulu hilir, tujuannya adalah agar kualitas ketahanan pangan, produksi bisa bagus dan ekonomis serta harga murah.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top