tester Jelang Natal Polisi Ingatkan tentang Peristiwa 13 dan 14 Mei di Surabaya | SURABAYA TIMES - Peristiwa

Jelang Natal Polisi Ingatkan tentang Peristiwa 13 dan 14 Mei di Surabaya

Waka Polrestabes Surabaya AKBP Leo Simarmata
Waka Polrestabes Surabaya AKBP Leo Simarmata

SURABAYATIMES – Polrestabes Surabaya mengumpulkan seluruh pengurus gereja di Surabaya, Selasa (4/12). Selain itu pihak kepolisian juga turut mengundang perwakilan dari Kemenag Kota Surabaya, MUI, NU, Muhammadiyah dan termasuk juga FPI.

Pertemuan ini terkait sudah masuknya bulan Desember saat ini. Dan sebentar lagi akan ada perayaan Hari Natal serta Tahun Baru.

Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata tersebut diingatkan bahwa sebelumnya di Surabaya pernah terjadi peristiwa teror bom. Tepatnya pada 13 dan 14 Mei lalu. Di mana ada tiga gereja serta kantor Polrestabes Surabaya juga yang jadi sasaran.

"Untuk itu kita tidak pernah menurunkan intensitas pengamanan. Terutama di rumah-rumah ibadah," ujarnya.

Menurut dia, sebentar lagi akan ada perayaan Natal. Pihak kepolisian akan turun dengan kekuatan penuh untuk pengamanan tersebut. "Tidak ada satu anggota pun yang diperbolehkan cuti," tegasnya.

Meski demikian dia tetap meminta agar pengamanan internal di gereja juga dimaksimalkan. Sebab, yang tahu tentang sosok identitas jemaat biasa hadir adalah pihak gereja sendiri.

Untuk itu jika ada hal yang mencurigakan polisi berharap segera diberi tahukan ke pihaknya. "Kan bisa dilihat dari sikap duduk, berlutut hingga berdirinya. Pasti ada yang berbeda," jelas mantan kepala Polres Mojokerto ini.

Selain itu dia meminta agar jemaat yang hadir ke gereja tidak perlu membawa tas ransel atau tas dengan ukuran besar. Dikhawatirkan hal tersebut dapat membuat keresahan nantinya.

"Cukup bawa tas kecil saja. Pemeriksaanya juga bisa lebih cepat," beber dia.

Meski saat ini sudah ada puluhan teroris yang diamankan oleh pihak Densus 88 Mabes Polri, pihaknya tidak ingin under estimates. Pengawasan bakal tetap dilakukan semaksimal mungkin.

"Sementara ini suasana sudah kondusif di Surabaya. Tapi tidak bisa kita menyampaikan pasti aman. Kita akan melakukan upaya pencegahan. Kalau perlu penegakan hukum akan kita lakukan," tegasnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top