Atasi Kemacetan di Pabrik Gula, Bupati Malang Rendra Kresna Rencana Hidupkan Lagi Rel Kereta Lori

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menanggapi respon masyarakat mengenai kemacetan di area Pabrik Gula dengan dua opsi kebijakan yang bisa dilakukan untuk mengurai masalah tersebut (Nana/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menanggapi respon masyarakat mengenai kemacetan di area Pabrik Gula dengan dua opsi kebijakan yang bisa dilakukan untuk mengurai masalah tersebut (Nana/MalangTIMES)

SURABAYATIMES, MALANG – Wilayah Kebonagung, Pakisaji yang merupakan jalur utama pengguna kendaraan dari arah Malang Kota menuju Kabupaten serta luar kota, seperti Blitar, Tulungagung dan sebaliknya, selalu mengalami kemacetan parah.

Terutama pada saat musim giling tebu, seperti yang terjadi di bulan kemarin (Juni 2017, red). Ribuan truk bermuatan tebu berkapasitas 6 ton berjejer di kanan kiri jalan yang menghabiskan ruas jalan pengguna kendaraan.

Kondisi serupa juga dialami di Jalan Raya Krebet, Bululawang. Kemacetan yang sangat mengganggu masyarakat pengguna jalan membuat orang nomor satu di Kabupaten Malang ini bereaksi menanggapi persoalan yang terjadi setiap tahun ini.

Menurut  Bupati Malang Dr H Rendra Kresna protes yang disampaikan masyarakat kepadanya menjadi masukan penting bagi Pemerintahan Kabupaten Malang dalam mengurai kemacetan parah di dua jalur utama tersebut.

"Tentunya menjadi penting masukan bagi kita. Solusinya adalah memecah kemacetan tersebut,"ujarnya, beberapa waktu lalu kepada Malang TIMES.

Rendra menyampaikan bahwa dalam upaya memecah kemacetan tersebut tidak mungkin dengan melakukan pelebaran jalan. Dengan kondisi tersebut, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur ini berencana menghidupkan kembali rel kereta lori, seperti masa dulu. 

"Tentunya wacana ini membutuhkan perizinan lagi dari Kementerian BUMN agar bisa mengaktifkan ulang jalur rel lori ini. Kami berharap ini bisa disetujui,"ujar Rendra yang kembali menegaskan kapasitas jalan tidak lagi mampu menampung ribuan truk pengangkut tebu.

Protes masyarakat pengguna kendaraan pernah menjadi viral di media sosial yang dikarenakan melubernya ribuan truk pengangkut tebu di sepanjang pabrik tebu.

Sebagai ilustrasi, di Pabrik Gula Krebet Baru Bululawang dalam sehari truk pengangkut tebu yang antri bisa mencapai 2.000 unit.

Kondisi inilah yang membuat wacana penghidupan kembali rel kereta roli mencuat dari Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang ini. "Tentunya juga wacana ini membutuhkan waktu karena ranahnya kementerian juga,"imbuh Rendra.

Wacana ini lahir dengan melihat kondisi saat rel kereta roli beroperasi sebagai transportasi pengangkut tebu. Bupati mengatakan, dulu ketika lori pengangkut tebu masih beroperasi beban jalan raya tidak terlalu berlebihan, tapi sekarang lori sudah tidak ada dan jadinya seperti sekarang memacetkan jalan. 

"Dengan kondisi tersebut diharapkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian BUMN bisa melihat kondisi secara bijaksana demi kepentingan semua masyarakat Kabupaten Malang,"imbuh Rendra. 

Selain wacana penghidupan rel kereta lori pengangkut tebu, jangka pendek yang bisa dilakukan dalam mengurai melubernya truk tebu adalah dengan perluasan tempat penampungan truk pengangkut atau rest area yang dilakukan Pabrik Gula.

Perluasan rest area tersebut agar truk tidak semuanya parkir dan menunggu untuk masuk pabrik di tepian jalan raya.  "Setidaknya untuk PG Krebet Baru rest area berkapasitas 1.000 truk atau setengah dari jumlah truk pengangkut tebu di PG Krebet Baru setiap harinya,"terang Rendra.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top