Ngobrol di Saat Sambutan, Bupati Malang Rendra Kresna Tegur Keras 2 CPNS

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang dikenal disiplin dan tegas terhadap jajarannya, kembali menertibkan dua CPNS yang menampilkan sikap tidak sesuai sebagai ASN, Kamis (13/07) di Pendopo Agung Kabupaten Malang (Humas for MALANGTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang dikenal disiplin dan tegas terhadap jajarannya, kembali menertibkan dua CPNS yang menampilkan sikap tidak sesuai sebagai ASN, Kamis (13/07) di Pendopo Agung Kabupaten Malang (Humas for MALANGTIMES)

SURABAYATIMES, MALANG – "Kamu berdua yang di pojok maju ke depan!" kata Bupati Malang dengan intonasi cukup keras kepada dua orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) Bidan yang akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (13/07). 

Teguran keras Bupati Malang kepada dua orang PTT bidan dari Puskesmas Tajinan dan Gedangan ini, membuat 149 peserta penerima SK CPNS ini menoleh satu sama lain dalam diam. Aula yang tadinya cukup ramai, seketika senyap. 

Pemanggilan oleh orang nomor satu di Kabupaten Malang ini, dikarenakan ulah kedua orang PTT Bidan tersebut memperlihatkan ketidakdisiplinan seorang calon PNS dalam agenda resmi yang sedang berjalan.

Bupati Malang Rendra Kresna saat menegur 2 CPNS

Di tengah sambutan penyerahan SK CPNS oleh Bupati Malang kepada 149 orang yang terdiri dari 120 orang dari formasi PTT Bidan dan 29 orang dari formasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP), dua orang yang disuruh maju dan mendapat teguran keras malah asyik mengobrol sendiri.

Sikap yang tidak mencerminkan kedisiplinan dan ketidakhormatan terhadap pemimpin dalam acara resmi tersebut, tentunya membuat Dr H Rendra Kresna selaku pemimpin daerah memiliki kewajiban untuk menegur, memberi sanksi dan menunjukan karakter pelayan masyarakat yang profesional.

"Bagaimana bisa nantinya bekerja dengan penuh integritas, produktif dan memiliki semangat kegotongroyongan, kalau menghormati pemimpinnya dalam acara resmi tidak bisa," ujar Dr H Rendra Kresna, Kamis (13/07) setelah acara selesai.

Rendra menegur kedua CPNS tersebut di depan seluruh peserta yang hadir dalam menerapkan kedisiplinan sebagai CPNS di Kabupaten Malang.

"Dan ingatlah jika pemimpin berbicara, dengarkan dan terapkan," tegas Rendra kepada dua orang tersebut.

Dia juga menegaskan kepada seluruh CPNS agar mampu menampilkan kinerja dan pengabdian terbaiknya, tidak hanya untuk kepentingan karir pribadi tetapi juga karena didasari kesadaran tugas pengabdian kepada masyarakat.

"Untuk bisa melaksanakan hal tersebut maka hormati dirimu dengan perilaku santun terlebih dahulu. Maka menghormati orang lain apalagi pemimpin akan terbentuk juga," urai Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur ini yang juga mencontohkan perilaku hidup para santri kepada Kyainya.

Bupati Malang Rendra Kresna sedang melakukan penyerahan simbolis Surat Keputusan (SK) kepada wakil yang di tunjuk

Teguran Bupati Malang tersebut tidak didasarkan karena merasa tidak dihormati sebagai pemimpin daerah semata, tetapi lebih pada tanggung jawabnya untuk membangun karakter ASN yang profesional, humanis dan memiliki etika.

Apalagi, masih menurut Rendra, 149 orang tersebut masih diangkat sebagai CPNS belum menjadi ASN. Artinya, mereka masih akan menjalani masa percobaan maksimal selama 2 tahun. Dalam masa percobaan tersebut, ada kemungkinan nantinya mereka tidak diangkat menjadi ASN apabila gagal dalam masa tersebut. 

Ia juga berpesan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk terus membina para tenaga kesehatan yang sudah bekerja lebih dari lima tahun tersebut.  "Teruslah bertawaddu' yang akhirnya mampu mencapai kesuksesan dan semoga anda sekalian bisa berkontribusi di Kabupaten Malang," pungkasnya.

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top