Bupati Malang Rendra Kresna dan Lingkungan Hidup (4)

Komitmen Jaga Kualitas Udara, PR Bupati Malang Rendra Kresna Menurunkan Kebisingan dan Debu

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menanam pohon sebagai bagian dari wujud menjaga lingkungan hidup, terutama kualitas udara di Kabupaten Malang. (Nana)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menanam pohon sebagai bagian dari wujud menjaga lingkungan hidup, terutama kualitas udara di Kabupaten Malang. (Nana)

SURABAYATIMES, MALANGKualitas udara di wilayah Kabupaten Malang termasuk baik dan telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan dalam Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor : Kep-107/Kabapedal/11/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).  
Hal ini didasarkan pada hasil pantauan dan pengujian kulitas udara di tiga lokasi yang mewakili daerah pemukiman, industri dan padat lalu lintas di tahun 2016 oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Malang yang dulu nomenklaturnya masih bernama Badan LH.

Dari hasil pemantauan dan pengujian tersebut menunjukkan parameter udara ambien untuk SO2 (sulfur) dan NO2 (oksida nitrogen) adalah 100. Artinya merujuk ISPU, kualitas udara di Kabupaten Malang telah memenuhi baku mutu dengan kategori sedang.

Permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Bupati Malang Dr H Renda Kresna dan jajarannya dalam menjaga kulitas udara adalah mengenai tingkat kebisingan dan debu yang menunjukkan hasil melebihi baku mutu di beberapa lokasi pengujian dan pada waktu-waktu tertentu. “Ini yang akan kita terus tekan melalui dinas terkait (Dinas Perhubungan, red) melalui pengukuran emisi kendaraan bermotor secara berkala,” kata Rendra, Rabu (12/07).

?

Parameter udara ambien yang melebihi baku mutu pada waktu dan tempat-tempat tertentu khususnya pada parameter debu dan kebisingan disebabkan oleh terjadinya musim kemarau yang ditunjang dengan volume lalu lintas yang padat. Itu karena adanya peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 19,31% dibandingkan kendaraan roda empat di tahun 2016. 

Semakin bertambah banyaknya jumlah kendaraan bermotor akan meningkatkan resiko pencemaran udara oleh gas buang kendaraan tersebut. Bahan pencemar yang terutama terdapat di dalam gas buang kendaraan bermotor adalah karbon monoksida (CO), berbagai senyawa hindrokarbon, berbagai oksida nitrogen (NO2) dan sulfur (SO2), dan partikulat debu termasuk timbal (Pb). 

Selain hal tersebut, lalu lintas kendaraan bermotor juga dapat meningkatkan kadar partikulat debu yang berasal dari permukaan jalan, komponen ban, dan rem. “Kendaraan menjadi penyumbang terbesar dalam kualitas udara yang berhubungan dengan kebisingan dan debu seperti yang dipersyaratkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 48/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan,” ujar Rendra kepada media online berjejaring terbesar di Indonesia ini.

Berbanding terbalik dengan pertumbuhan industri dengan persentase peningkatan industri 27,44 persen, terutama pabrik bercerobong yang juga menjadi sumber emisi bagi kualitas udara. Hasilnya, setelah dilakukan pemantauan dan pengujian yang dilakukan selama 24 jam selama empat kali dalam setahun dengan memakai metode manual active sampler (Impinger), sumber emisi tidak bergerak ini memenuhi baku mutu yaitu dengan nilai 56 persen.

Dalam konteks tersebut, Rendra bersama jajaran terkait di bawah terus mengintensifkan berbagai program dalam mengendalikan baku mutu kualitas udara agar tidak jatuh dan terperosok menjadi wilayah yang terpapar polusi udara dan membahayakan masyarakat seperti di berbagai daerah lainnya.

Berbagai strategi pemenuhan persentase baku mutu udara melalui kebijakan pengawasan dan pengendalian pencemaran udara pada kegiatan usaha dengan program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan dilakukan secara periodik . Pengukuran emisi kendaraan bermotor pun terus dilakukan dalam meminimalisasi gas buang. 

“Untuk penanganan kebisingan dan debu yang melebihi baku mutu, kita juga menindaklanjutinya dengan kegiatan penghijauan di sekitar kanan kiri jalan serta perluasan ruang terbuka hijau,” terang Rendra yang baru saja menerima penghargaan WOW Service Excellent Award 2017 dari MarkPlus Inc. (*) 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top