Bupati Malang Rendra Kresna dan Lingkungan Hidup (1)

Rendra Kresna: Piala Bukan Tujuan Utama dalam Menjaga Lingkungan Hidup

Sikap Dr H Rendra Kresna tegas menolak alih fungsi lahan di Kabupaten Malang tanpa kendali. Dalam setiap kegiatan, bupati Malang menegaskan sikapnya terhadap persoalan lingkungan hidup. (Nana)
Sikap Dr H Rendra Kresna tegas menolak alih fungsi lahan di Kabupaten Malang tanpa kendali. Dalam setiap kegiatan, bupati Malang menegaskan sikapnya terhadap persoalan lingkungan hidup. (Nana)

SURABAYATIMES, MALANG Keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup tidak sekadar diukur dari deretan piala yang diterima. Ukuran keberhasilan itu lebih pada bagaimana pemerintah daerah selaku pengelola lingkungan hidup terus berupaya bekerja keras menjaga ekosistem, baik kelestariaannya, fungsi, pengendalian pemanfaatan dalam konteks berkembangnya wilayah yang menjadi keniscayaannya.

Piala lingkungan hidup, baik Adipura, Nirwasita Tantra, Kalpataru, Manggala Karya Kencana, Wahana Tata Nugraha, dan lainnya adalah bonus dari hasil kerja keras kepala daerah beserta seluruh masyarakat di dalamnya. “Piala adalah apresiasi sementara dari hasil kerja keras dan cerdas kita bersama. Bukan esensi dan tujuan akhir dalam pengelolaan lingkungan hidup yang terus akan berhadapan dengan tantangan yang lebih kompleks,” kata Dr H Rendra Kresna, bupati Malang kesembilan belas, kepada Malang TIMES, Selasa (11/07).

Tantangan dalam menyelaraskan kepentingan antara pertumbuhan suatu wilayah dengan lingkungan hidup menjadi persoalan besar apabila tidak adanya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakatnya. Pertumbuhan penduduk yang secara langsung membutuhkan pemukiman baru, munculnya kebutuhan pada sektor industri maupun adanya pengembangan industri, secara langsung berdampak pada lingkungan hidup yang ditempatinya.

Alih fungsi lahan, pencemaran air dan udara serta kerusakan lingkungan, baik dari sumber sampah domestik dan limbah industri, merupakan bagian dari dampak pertumbuhan masyarakat dan pembangunan. Eksesnya, apabila kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Malang yang memiliki luas wilayah 3.535 km⊃2; dibiarkan tanpa adanya penanganan seperti yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, generasi masa kini dan yang akan datang akan menuai bencana.

“Tentunya kita tidak akan membiarkan generasi mendatang menerima ulah kita yang membiarkan lingkungan hidup saat ini rusak,” tegas Rendra yang telah membawa Kabupaten Malang menjadi nominator Nirwasita Tantra 2017.

Pasal 3 Bab II UU No 32/2009 secara gamblang menyatakan, tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem, menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup, menjamin terpenuhinya keadilan generasi masa kini dan generasi masa mendatang, menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia.

"Juga mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” lanjut Rendra yang juga menambahkan, dengan amanah UU tersebut, tujuan pengelolaan lingkungan hidup bisa dicapai melalui kerja keras dan sinergitas seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Malang. 

Dari berbagai persoalan lingkungan hidup di Kabupaten Malang, pemerintah daerah yang dua periode dipimpin oleh Rendra Kresna ini terus bekerja keras memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada hingga saat ini. Pemetaan tersebut dilanjut dengan analisis kondisi (state), tekanan (pressure) dan tanggapan (response) terhadap isu-isu strategis lingkungan hidup di Kabupaten Malang yang meliputi alih fungsi lahan, pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta pengolahan sampah dan limbah industri.  

Bagaimana pola, strategi, penanganan pemerintahan yang dikomandani oleh putra asli Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, ini dalam bidang lingkungan hidup? Malang TIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia, akan mengupasnya dalam serial Bupati Malang Rendra Kresna dan Lingkungan Hidup. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top