Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Tangkal Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Malang

Bupati Malang Dr Rendra Kresna beserta beberapa kepala dinas mengacungkan jari tanda atau simbol Insan GenRe dalam mengurangi berbagai permasalahan pernikahan dini, seks bebas dan narkoba.
Bupati Malang Dr Rendra Kresna beserta beberapa kepala dinas mengacungkan jari tanda atau simbol Insan GenRe dalam mengurangi berbagai permasalahan pernikahan dini, seks bebas dan narkoba.

SURABAYATIMES, MALANGAngka pernikahan dini di Kabupaten Malang masih bersifat fluktuatif setiap tahunnya. Naik turunnya jumlah pernikahan di bawah usia 20 tahun ini menjadi tantangan berat bagi Pemerintahan Kabupaten Malang.

Tercatat tahun 2013 terdapat pernikahan dini sebanyak 7.383. Jumlah itu naik dalam rentang satu tahun menjadi 7.732 pernikahan tahun 2014. Tahun berikutnya, laju pernikahan dini yang lebih banyak didominasi jenis kelamin perempuan semakin memprihatinkan dengan angka 7.809.

"Tiga tahun berturut-turut angka pernikahan dini naik terus membuat kami semua terus mencari formulasi penurunan kasus ini," kata Sari Ratih, kepala Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga (K3) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang, Minggu (11/06).

Upaya meminimalisasi pernikahan dini yang semakin gencar dilakukan oleh berbagai dinas terkait adalah program pendewasaan usia perkawinan (PUP) pada masyarakat. PUP, menurut Ratih, bukan sekadar menunda pernikahan sampai usia tinggi saja, tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup matang. 

"Tujuannya memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar di dalam merencanakan keluarga. Mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek," ujar Ratih.

Aspek yang disebut Ratih tersebut berkaitan dengan kehidupan berkeluarga yang terkait kesiapan fisik/mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran yang dapat memberikan pertimbangan tentang perlunya peningkatan usia perkawinan yang lebih dewasa.

Hasilnya, dari tahun 2015 sampai 2017 tercatat adanya penurunan cukup besar dalam jumlah pernikahan dini di Kabupaten Malang. Tahun 2015 total pernikahan dini sebanyak 7.809, turun menjadi 6.425 kasus tahun 2016 dan semakin menyusut awal tahun 2017 menjadi 4.272 kasus.

Bupati Malang Dr Rendra Kresna pun mengapresiasi hasil tersebut, walaupun menurut dia, masih butuh terus kerja keras bersama-sama dalam menihilkan pernikahan dini di wilayah Kabupaten Malang. "Ekses dari pernikahan dini yang memang kami cegah. Bukan hal mudah karena ini berkaitan dengan faktor adat budaya, ekonomi, pendidikan, orang tua bahkan ekspos media massa. Tapi kami bisa, saya yakin bisa," tegas Rendra kepada Malang TIMES, media online berjejaringan terbesar di Indonesia.

Rendra juga menegaskan bahwa optimalisasi suatu program tidak bisa lepas juga dari terpenuhi sumber daya manusianya. Dalam hal pernikahan dini, PUP yang bisa menjadi bagian dari jawaban permasalahan tersebut, juga masih perlu adanya peningkatan kuantitas atas keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK) Insan Generasi Berencana (GenRe) yang sampai saat ini hanya berjumlah 89 kelompok yang tersebar di 33 kecamatan.

"PIK Insan GenRe ini juga menjadi penting dalam proses penyadaran atas bahaya pernikahan dini maupun tentang seks bebas dan narkoba. Kami genjot nanti agar jumlah PIK-nya bisa menangani 1 PIK satu desa," terang Rendra.

Permasalahan pernikahan dini yang juga terlontar dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh tim juri ini beberapa pekan lalu juga didasari keprihatinan atas terampasnya hak anak-anak dalam bingkai perkawinan yang belum saatnya terjadi. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
  • Pemprov Ubah Komposisi SMK 70 Persen dan SMA 30 Persen

    Dengan berlakunya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemprov Jatim langsung melakukan komitmen dalam vokasional. Langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jatim adalah mengubah komposisi persentase SMA dan SMK. Dari 70:30 menjadi 30:

  • Soekarwo Dapat Gelar Bangsawan dari Masyarakat Sulawesi Selatan

    Gubernur Jatim Soekarwo menerima gelar kehormatan dari warga Sulawesi Selatan. Yaitu "I Lewa Daeng Mannimbang". Penyematan tanda kehormatan diwakili Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

  • Persebaya Tekuk PSMP 4-0

    Persebaya Surabaya menutup Babak 8 Besar Liga 2 dengan sempurna setelah menekuk PSMP 4-0 di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (21/11) sore tadi. Bajul ijo kini segera menatap laga semifinal Liga 2.

  • Demokrat Tunjuk Emil Pendamping Khofifah di Pilgub Jatim

    Siapa bakal pasangan Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jatim 2018 masih menjadi teka-teki hingga saat ini. Karena Khofifah tidak hanya diusung oleh satu partai saja.

  • Musim Hujan Waspadai Penyakit yang Ditularkan Tikus Ini

    Masyarakat Kota Surabaya diimbau untuk mewaspadai potensi timbulnya penyakit di musim hujan. Terutama penyakit yang ditularkan oleh binatang. Kewaspadaan ini bisa dimulai dengan membiasakan hidup bersih di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

  • Awas 'Kapolrestabes' Mau Menipu

    Bahwa dalam momentum seperti saat ini biasanya banyak orang tidak bertanggung jawab mengaku sebagai kepala Polrestabes Surabaya. Yang baru maupun yang lama. Hingga sangat perlu diwaspadai.

  • 41 Perusahaan Surabaya Cari 1533 Tenaga Kerja

    Kota Surabaya melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya kembali menggelar Bursa Kerja Terbuka (Job Market Fair) 2017. Bertempat di Gedung Wanita Chandra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan, Selasa (21/11). Di sana ribuan pencari kerja terlihat memadati lokasi

  • Serapan Lima SKPD Pemkot Surabaya Masih Rendah

    Lima satuan kerja perangkat daerah (SKDP) Pemkot Surabaya mendapat sorotan dari kalangan DPRD Surabaya. Pasalnya, lima SKPD itu dinilai memiliki serapan anggaran rendah. Yakni tidak sampai 70 persen. Padahal, tahun anggaran APBD 2017 tinggal satu setengah

  • Kapasitas Produksi Perusahaan di Jatim Merosot, Kenaikan UMK Hanya 8,71 Persen

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta buruh atau pekerja untuk mengetahui perihal turunnya produksi perusahaan serta daya beli masyarakat saat ini. Untuk itu, buruh atau pekerja perlu melihat dan mengecek ke perusahaan di Jatim terkait kapasitas produksi

  • Dua Jempol, Dua Penghargaan Terbaik Pariwisata Diborong Kabupaten Malang

    Komitmen membangun dunia pariwisata di Kabupaten Malang bukan isapan jempol belaka. Terutama kiprah, dedikasi, dan keteguhan kepala daerahnya dalam menerapkan kebijakan yang terarah, integral, dan kontinyu mengawal derap pembangunan kepariwisataan.

  • Ide Muncul di Warung Kopi, Ini Medsos Keren ala Arek Suroboyo

    Mulai bosan dengan media sosial (medsos) mainstream Facebook atau Twitter? Arek-arek Suroboyo bisa mencoba beralih pada koncoan.com. Sosmed ini merupakan bikinan asli warga Surabaya.

  • Terapkan Rotasi Pemain, Bajul Ijo Tetap Yakin Kalahkan PSMP

    Persebaya Surabaya ingin bermain tanpa beban menyambut pertandingan terakhir di grup Y melawan PS Mojokerto Putra (PSMP), Selasa (21/11) sore nanti. Meski akan banyak merotasi pemain, tim berjuluk Bajul Ijo itu tetap menargetkan diri untuk menang.

Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top