DPRD Minta Kawal Pembangunan Jalan Tembus Pasuruan-Batu

Sugeng Pujianto (Foto: Adi S/ SurabayaTIMES)
Sugeng Pujianto (Foto: Adi S/ SurabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Komisi D, bidang Pembangunan DPRD Jatim meminta kepada tiga kepala daerah yakni Bupati Pasuruan, Bupati Malang dan Wali Kota Batu supaya ikut mengawal rencana pembangunan jalan tembus Pasuruan-Batu sepanjang 33,91 kilometer yang akan dimulai pada triwulan pertama tahun 2017 supaya bisa berjalan dengan baik.

"Kami berharap tiga kepala daerah itu pro aktif,  khususnya menyangkut proses pembebasan lahan yang dibutuhkan. Sebab APBD Jatim 2017 sudah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan maupun pembangunan fisik jalan tembus Pasuruan- Batu," ujar Sugeng Pujianto anggota Komisi D DPRD Jatim, Jumat (9/12/2016).

Pertimbangan lainnya, kata politisi asal FPDIP, pada awal 2016 lalu Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Pj Bupati Malang Hadi Prasetyo, dan Wali Kota Batu Edi Rumpoko sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk kepastian pembangunan jalan tembus Pasuruan-Batu.

"Saya optimis, jika jalan tembus terealisasi akan mampu mengurai kemacetan arus lalu lintas di tiga daerah tersebut serta memperpendek jarak tempuh Pasuruan-Batu atau sebaliknya sekitar 1 jam dibanding lewat jalur biasa," tegas politisi asli Malang.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo pada satu kesempatan mengatakan bahwa jalan trans penghubung dari Sukorejo (Pasuruan) - Bumiaji (Batu) akan mulai dibangun pada awal 2017.

"Jalan ini akan melewati tiga daerah, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu memiliki panjang 33,91 kilometer dengan lebar 2x7 meter terdiri dari 4 lajur dan 2 arah," ujar Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Ia merinci ruas jalan yang melewati Kabupaten Pasuruan sepanjang 10,37 kilometer akan melewati 8 desa di 3 kecamatan, yakni Sukorejo, Purwosari dan Purwodadi. Sedangkan ruas jalan Kabupaten Malang panjangnya 21,12 kilometer melewati 13 desa di 3  kecamatan, yaitu Lawang, Singosari, dan Karangploso.

"Untuk Kota Batu ruas jalan hanya sekitar 2,43 kilometer melewati Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji," jelas Pakde Karwo.

Di singgung soal anggaran yang dibutuhkan, orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim ini menyatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,3 triliyun yang diperuntukkan untuk biaya pembebasan lahan dan konstruksi, pembuatan 8 buah jembatan sepanjang 350 meter, 125 persimpangan sebidang, dan crossing dengan jalan tol satu buah.

"Pembangunanannya dimulai triwulan pertama tahun 2017. Dengan adanya jalan penghubung ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di ruas Purworejo Pasuruan hingga Mondoroko Malang. Selain itu, perjalanan dari Surabaya menuju Batu juga bisa lebih cepat," tegas Gubernur Jatim.

Di sisi lain, Pakde Karwo juga berharap pariwisata di Pasuruan, Malang dan Batu bisa lebih maju karena tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat seiring akses jalan dipermudah dengan adanya jalan penghubung Pasuruan-Batu. "Kalau pariwisatanya maju, masyarakat di tiga daerah itu kesejahteraannya juga akan meningkat," pungkasnya. (*)

Pewarta : Adi Supra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Anang Sugara
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top