Baru 500 Puskesmas di Jatim Terapkan Rawat Inap

dr Agung Mulyono (foto: adi s/surabayaTIMES)
dr Agung Mulyono (foto: adi s/surabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Puskesmas hingga saat ini belum mampu secara signifikan mengubah citranya di mata masyarakat. Karena sampai saat ini baru sekitar 500 Puskesmas yang rawat inap. Akibatnya, minat masyarakat untuk berobat di Puskesmas juga masih rendah.

"Masyarakat sekarang ini masih sedikit yang mau berobat ke Puskesmas. Ini adalah bukti nyata Puskesmas harus mengubah diri menjadi lebih baik. Oleh sebab itu akreditasi Puskesmas ini sangat penting," kata Ketua Komisi E DPRD Jatim, dr Agung Mulyono, dikonfirmasi, Selasa (15/11/2016).

Semua Puskesmas harus dapat menjadi rawat inap semua sehingga bisa mendekatkan dengan masyarakat. Selama ini banyak masyarakat yang tidak percaya dengan Puskesmas.

Untuk itu, kata dr Agung, Puskesmas harus mengubah diri menjadi pelayanan yang meningkat derajatnya. Menunjang hal tersebut, kini tinggal menambah dokter spesialis dan layanan. 

"Perlu penambahan spesialis dan layanan, agar masyarakat ini tidak perlu repot dan jauh-jauh mencari tempat berobat," tandas politisi Partai Demokrat ini.

Senada, Asisten IV Sekdaprov Jatim Bidang Administrasi Umum Mujib Affan menerangkan, saat ini di Jawa Timur terdapat 960 Puskesmas. Dari jumlah tersebut yang memiliki layanan rawat ini baru mencapai 58%.

Untuk bisa mendapat kepercayaan, Puskesmas harus meningkatkan performa.Salah satu cara meningkatkan performa Puskesmas adalah dengan melaksanakan akreditasi.  Sebanyak 70% penyakit harusnya bisa ditangani oleh Puskesmas.

Dengan akreditasi, Puskesmas diharapkan mampu melakukan ini sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit-rumah sakit rujukan.

"Maka kami meminta kepada Dinkes tetap melanjutkan penilaian kinerja Puskesmas melalui akreditasi. Jika performa sesuai standar kompetensi Dinkes, rakya pasti akan berobat di Puskesmas. Tidak ke mana-mana," kata Mujib Affan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku akreditasi ini sangat baik sebagai upaya peningkatan kualitas Puskesmas. Namun pelaksanaannya tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. 

"Akreditasi Puskesmas akan tetap dijalankan, tapi memang tidak bisa dengan cepat. Sebab membenahi SDM tidak gampang. Urursan kesehatan masyarakat adalah layanan dasar yang utama, maka akreditasi tetap menjadi prioritas," tandas pria yang karib disapa Pakde Karwo ini.(*)

Pewarta : Adi Supra
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top