Lepas dari KONI, NPC Bingung Tak Miliki Uang Ikuti Peparnas

NPC Ketika Mengadu ke DPRD dan Gubernur Jatim (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)
NPC Ketika Mengadu ke DPRD dan Gubernur Jatim (Foto: Adi S/SurabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Sejumlah atlet penyandang difabilitas yang hendak bertanding di Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) Bandung mendatangi DPRD Jatim, karena tidak memiliki biaya.

Ketua  NPC (National Paralimpik Commitee) Jawa Timur, Imam Kuncoro mengatakan, pihaknya mengikuti sembilan cabang olahraga dari 12 cabang yang dipertandingkan. Namun para atlet tidak punya anggaran karena NPC tidak lagi tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Untuk kebutuhan selama kegiatan, atlet melakukan urunan. Karena memang selama ini belum ada back up dari pemerintah secara resmi," kata Imam Kuncoro, Senin (10/10/2016).

Pada kesempatan itu, Imam mengaku NPC sebenarnya sudah mendapat bantuan dana dari para pejabat Pemprov Jatim, dalam bentuk iuran. Namun dana hasil 'bantingan' tersebut masih belum bisa mencukupi kebutuhan atlet saat mengikuti Peparnas.

"Karena kebutuhan anggaran selama pelaksanaan Peparnas memerlukan dana hingga Rp 500 juta, sedangkan dana yang didapat baru Rp150 juta," tandas dia.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, pihaknya bersama-sama pengurus NPC Jatim masih berusaha mendapat tambahan anggaran. Para atlet dan pengurus NPC ini ditemui Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar dan Ketua Komisi A Freddy Poernomo.

Soekarwo mengakui para atlet ini memang tidak dicover oleh APBD. Mengingat, mereka telah keluar dari KONI. Meski sebelumnya kebutuhan kegiatan altet penyadang cacat ini juga dicover APBD.

"Tidak adanya anggaran untuk kebutuhan atlet ini dikarenakan NPC keluar dar KONI. Oleh sebab itulah anggarannya tidak bisa diberikan, agar tidak melanggar," kata pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo.

Pakde Karwo mengaku, anggaran untuk para atlet ini juga tidak ada dalam Perubahan APBD Jatim tahun anggaran 2016. Meski sudah tidak lagi mendapat anggaran, pihaknya akan berusaha maksimal memberikan bantuan anggaran, meski hanya berupa iuran.

"Kami bantingan (urunan), untuk membantu kebutuhan selama menjalankan pertandingan," tegas dia.

Sedangkan Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, juga mempertegas agar Sekretaris Dewan Jatim ikut memberikan dukungan anggaran pada atlet penyandang cacat asal Jawa Timur.

"Saya meminta dewan juga memberikan bantuan dana untuk para atlet yang ikut peparnas,” terang Abdul Halim.

Politisi asal PKB ini mengakui pihaknya akan berusaha agar para atlet ini bisa mendapat kucuran dana APBD.

"Kalau ingin mendapat anggaran, harus dilembagakan. Nanti akan dibicarakan lagi bagaimana caranya agar atlet-atlet ini dapat kucuran anggaran," tegas Abdul Halim. (*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top