Pacu Prestasi Olahraga Jatim, Smanor Harus Diperlakukan Beda dengan SMAN Lain

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da'im

SURABAYATIMES – Jawa Timur tidak boleh puas hanya menjadi runner up di PON XIX. Prestasi bidang olahraga di Jatim harus terus ditingkatkan. Karena itu, DPRD Jatim mendorong pemprov memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Menengah Olahraga (Smanor) Sidoarjo agar dapat melahirkan banyak atlet berprestasi.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da'im mengatakan, atlet berprestasi sebagian besar dilahirkan dari Smanor. Jadi, harus ada perhatian yang beda antara Smanor dengan SMA pada umumnya. Mengingat Smanor  pendidikannya fokus di bidang olahraga.

"Harus ada perlakuan yang beda karena mayoritas muridnya keahliannya di bidang olahraga. Prestasi atletnya harus terus didorong," tegas Suli, Jum'at (30/9/2016).

Politisi asal PAN tersebut menginginkan agar kurikulum sekolah khusus olahraga diatur sedimikian rupa. Pendidikan di bidang akademik bukan menjadi fokus utama, melainkan olahraga menjadi bidikan pertama.

"Jangan sampai ada anak berprestasi di olahraga tapi tidak naik kelas karena tidak fokus di akademik. Dalam hal ini tidak ada toleransi sama sekali," katanya.

Suli mengaku dulu mendikbud akan menerbitkan [eraturan menteri (permen) terkait aturan yang mengkhususkan sekolah olahraga. Namun hingga saat ini permen tersebut belum turun. Meski demikian, Jatim dapat menjadi percontohan pemberian kurikulum khusus.

Komisi E tidak setuju jika didirikan Smanor  di beberapa daerah. Sebab, butuh biaya yang besar. Salah satu solusinya adalah mengefektifkan asrama Smanor untuk tempat tinggal murid-murid dari luar kota. "Smanor  itu sangat luas. Asramanya bisa dimaksimalkan untuk tempat tinggal para murid," ujarnya.

Dengan adanya perlakuan yang beda dan fasilitas yang menunjang, para orang tua bisa menyekolahkan putra putrinya di Smanor  jika anaknya memiliki bakat olahraga. Selama ini orang tua ragu anaknya harus disekolahkan di mana, apakah di Smanor  atau sekolah negeri umumnya.

"Memang kalau anaknya mempunyai prestasi di bidang olahraga, bisa masuk di sekolah negeri. Namun di sekolah negeri umum, akademiknya bisa tertinggal karena fokus di olahraganya," ungkap Suli. (*)

Pewarta : Adi Supra
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Abi Fadlan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top