Kartu BPJS Dipalsu Akibat Buruknya Pelayanannya

Moch Eksan (foto: adi s/surabayaTIMES)
Moch Eksan (foto: adi s/surabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Buruknya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak hanya berdampak pada pelayanan medis saja. Tetapi juga berdampak pada pemalsuan seperti di Jawa Barat, sehingga menimbulkan celah yang dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, M Eksan mengaku prihatin karena kasus temuan kartu BPJS palsu di Jabar kemungkinan besar juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus diusut sampai tuntas, agar tidak menjalar daerah lainnya.

"Kartu BPJS palsu tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah lain di Indonesia, termasuk di Jatim. Itu tidak boleh dibiarkaan dan harus diusut sampai tuntas," ujar Eksan, dikonfirmasi, Rabu (27/7/2016).

Eksan berharap kasus ini harusnya dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki layanan BPJS khususnya terkait validasi kepesertaan antara data aktual (manual) dengan data elektonik. "Banyak laporan ke kami, mereka yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS di data elektronik tapi distribusi kartunya belum dapat. Sehingga celah ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab," ungkap Eksan.

Dalam upaya penyisiran kartu BPJS palsu, Eksan juga berharap dilibatkan BPJS kabupaten/kota dan dinas kesehatan kabupaten/kota maupun pihak rumah sakit. Namu yang terpenting pelayanan kepesertan BPJS harus dipermudah, supaya tidak timbul percaloan dan pemalsuan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memantapkan pendirian Posko BPJS yang digagas oleh DPRD Jatim. Tujuannya, supaya masyarakat Jatim memiliki jujukan pengaduan terkait layanan dan pelaksanaan BPJS.

Sementara itu Ketua Komisi E DPRD Jatim dr Agung Mulyono mengatakan pihak BPJS dan Dinas Kesehatan Jatim harus segera membuka posko pengaduan untuk mengantisipasi munculnya kartu BPJS palsu di Jatim.

"Posko ini nanti tersebar di seluruh kabupaten atau kota untuk mendata secara langsung jika ada ditemukan kartu BPJS palsu di Jatim," ungkapnya.

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, jika nanti ditemukan, Dinkes Jatim harus melakukan langkah-langkah cepat untuk meminimalisir semakin meluasnya peredaran kartu palsu tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala BPJS Regional Jatim Mulyo Wibowo mengaku pihaknya telah mengimbau pendaftaran peserta khususnya peserta perorangan, sebaiknya melalui jalur resmi yang telah disiapkan, yaitu pendaftaran langsung ke kantor BPJS terdekat.

"Atau juga bisa melalui pendaftaran online melalui website BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id," terang Mulyo Wibowo.

Selain itu, ia mengaku selama ini pihaknya sudah memberikan imbauan melalui spanduk atau banner di kantor-kantor BPJS agar jangan mendaftar melalui calo.(*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top