Dinkes: Rilis Mabes Polri Vaksin Palsu di Jatim Hoax

Hearing Komisi E dengan BPOM dan Dinkes Jatim (foto: adi s/surabayaTIMES)
Hearing Komisi E dengan BPOM dan Dinkes Jatim (foto: adi s/surabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Adanya dugaan tujuh rumah sakit di Surabaya seperti yang dirilis oleh Mabes Polri, dianggap Dinkes Jatim sebagai isu hoax (tidak benar). Mengingat BPOM dan Dinkes telah melakukan penyisiran rumah sakit untuk mencari kebenaran adanya penggunaan vaksin palsu.

“Masyarakat sebaiknya tidak ragu-ragu ketika hendak mengimunisasikan putra-putrinya. Isu adanya tujuh rumah sakit di Jatim gunakan vaksin palsu itu adalah hoax,” tegas Kepala Dinkes Jatim, Harsono, usai hearing dengan Komisi E DPRD Jatim, di Surabaya, Jumat (22/7/2016).

Agar masyarakat tidak ragu mengimunisasi anaknya, Dinkes mengimbau agar membawanya ke Posyandu, Pukesmas, dan rumah sakit milik pemerintah. Mengingat vaksin yang disediakan adalah vaksin yang sudah terprogram dari Kemenkes.

“Dari hasil penyelidikan BPOM secara vertikal, perwakilan rumah sakit di daerah 100 persen tidak ada vaksin palsu. Terutama vaksin yang terprogram, karena tidak diperjual belikan,” pungkasnya.

Selain itu, Dinkes memastikan bahwa vaksin yang terprogram sesuai data balita di tingkat bawah. Beda halnya vaksin di rumah sakit swasta, terutama vaksin-vaksin impor.

“Kadang-kadang masyarakat ingin vaksin yang mahal, yakni yang impor. Padahal yang impor itu tidak bagus,” paparnya.(*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top