Pemprov dan Polda Jatim Harus Segera Investigasi Vaksin Palsu

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochamad Eksan (foto: Adi S/SurabayaTIMES)
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochamad Eksan (foto: Adi S/SurabayaTIMES)

SURABAYATIMES – Adanya temuan dari Mabes Polri bahwa tujuh rumah sakit di Surabaya menggunakan vaksin palsu perlu segera disikapi. Pemprov Jatim melalui Dinkes Jatim bekerja sama dengan Polda Jatim harus segera membentuk investigasi terkait tujuh rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu.

"Pemprov bersama Polda harus segera tindaklanjuti temuan Mabes Polri dengan bentuk tim investigasi, sehingga efek informasi vaksin palsu bisa ditekan," tegas Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochamad Eksan, di Surabaya, Senin (18/7/2016). 

Menurut politisi asal Partai Nasdem itu, upaya penemuan rumah sakit pemakai vaksin palsu sangat penting, karena saat ini masyarakat sudah resah, dan khawatir rumah sakit yang biasanya dituju menggunakan vaksin palsu.

Mantan anggota KPU Jember itu juga meminta gubernur menfasilitasi pertemuan Dinkes, BPOM, dan Polda Jatim untuk mengklarifikasi temuan Mabes Polri. Mengingat tidak ada kejelasan dari Mabes Polri rumah sakit mana saja yang melanggar aturan tersebut.

"Kalau ada informasi jelas bisa ditindaklanjuti. BPOM, Dinkes, dan kepolisian langsung bisa tertuju. Kalau seperti sekarang masyarakat menjadi ragu-ragu ketika mau menvaksinkan anaknya," ujarnya. 

Wakil sekretaris PCNU Jember itu menegaskan, semestinya rumah sakit di Surabaya melakukan protes karena dicurigai ada peredaran vaksin palsu. 

"Kalau rumah sakit hanya diam justru dicurigai. Karena di Surabaya dicurigai ada 7 rumah sakit. Maka ini harus segera diklarifikasi rumah sakit mana," paparnya. (*)

Pewarta : Adi Suprayitno
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top