Jadilah Elang

Ach. Dhofir Zuhry
Ach. Dhofir Zuhry

SURABAYATIMES, MALANG –  

"Pikiran adalah pelayan yang baik, tetapi majikan yang buruk."

TIDAK seperti burung-burung yang lain pada umumnya, elang adalah simbol binatang petualang dan pecinta kebebasan. Ia rela terbang bermil-mil jauhnya hanya untuk mencari mangsa dan mempertahankan hidup.

Sebagai salah satu raja di udara di samping kekuatan fisik dan anatomi tubuh nan gagah kepakan sayap nan pasti serta bulu-bulu di sekujur tubuhnya yang berwibawa, paruh dan cakar yang sama ganasnya, yang dengan sekali cengkram akan melumpuhkan mangsa.

Tak hanya itu, elang juga memiliki mata yang awas dengan jarak pandang yang jauh, sebuah perlambang dari pandangan hidup yang visioner dan berorientasi pada masa depan.

Satu lagi, suara melengking elang yang membelah cakrawala merupakan lambang dari kematangan karakter yang kharismatik. Sehingga, tanpa melihatnya pun binatang-binatang lain yang biasa menjadi mangsa akan segera lari terbirit-birit.

Elang adalah binatang pemburu dan petarung, suka tantangan, pantang menyearah dan putus asa, berangkat di pagi hari dan pantang pulang sebelum mendapat mangsa dan buruan.

Karakter yang kurang-lebih dimiliki oleh pemimpin-pemimpin besar dunia dan para penakluk dalam sejarah umat manusia. Bahkan, negara Adidaya, Amerika Serikat, menjadikan elang sebagai lambang negara sejak tiga abad yang lalu, ketika negara serikat itu merdeka dari Inggris.

Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top