Sebutlah Malang Kota Tentara Pelajar

Kolonel Ardiansyah, mantan Komandan Korem Bhaladika Jaya, Malang. (Foto: Dok. Malangtimes)
Kolonel Ardiansyah, mantan Komandan Korem Bhaladika Jaya, Malang. (Foto: Dok. Malangtimes)

Penyematan Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi, untuk Mas Isman, tokoh penting sejarah tentara pelajar di Indonesia, mendapat perhatian Kolonel Ardiansyah, mantan Komandan Korem Bhaladika Jaya, Malang.

Bertamu ke kantor MalangTimes, Rabu,4/11/15,  perwira terdidik lama di Koppasus, ini berbincang santai. “Satu hal penting, kenapa anak-anak muda,masih duduk di bangku sekolah, waktu itu harus ikut memanggul senjata membela negara?”, ungkapnya. “Karena tiada lain, bahwa situasi belajar saat itu tidak jenak, negara merdeka secara statis. Apa boleh buat, para pelajar pun nekad ikut berjuang demi Indonesia merdeka seutuhnya”.

Kronologi perjuangan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), memang terjadi di era 1947-1949. Sebagian diantaranya, punya bekal militer asuhan PETA, di masa pendudukan Jepang. Unsur pelajar  Sekolah Rakyat hingga setara SMA, bersatu dalam kompi khusus, berjibaku melawan Belanda yang ingin kembali merebut kembali kemerdekaan RI.

Seorang pelajar muda, Mas Isman, bersuara tegas, merumus strategi, menjadi komandan bagi kawan-kawannya. Perlawanan pelajar terjadi di beberapa belahan Jawa dan Sumatera. Salah satu peristiwa heroik pertempuran, terjadi di jalan Salak, kota Malang.

“Semasa menjabat Danrem tahun 2013-2014, saya sudah tertarik dengan monumen TRIP. Kisah puluhan tentara pelajar berjuang, dari jalan Salak hingga gugur di jalan Ijen diabadikan di monumen itu. Tidak kenal takut. Berapi-api membela negara”, ujarnya.

Sekilas, kolonel yang kini berdinas, di teritorial Kodam Tanjungpura, ini menegaskan bahwa sejarah TRIP, beserta tokoh Mas Isman, sejarah penting yang tak bisa diabaikan. Harus diperingati setiap 10 Nopember.

“Mas Isman, pahlawan pertama dari kota Malang. Kota ini terkenal dengan kesibukan sebagai kota pelajar. Harus ditunjukkan oleh siapa pun, terutama pemerintah, bahwa kota Malang, dulunya kota tentara pelajar berjuang sehingga para pelajar, bisa mengambil hikmahnya, melanjutkan berjuang dengan semangat belajar”, pungkasnya.  (*)

Pewarta : Bayhaqi Kadmi
Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]surabayatimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]surabayatimes.com | marketing[at]surabayatimes.com
Top